Menlu Iran: Eropa Mereaksi Sanksi AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i63619-menlu_iran_eropa_mereaksi_sanksi_as
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, pihak Eropa untuk pertama kalinya tidak hanya mereaksi kebijakan AS, tapi juga berupaya untuk menebus sanksi tersebut.
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Okt 30, 2018 16:39 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif
    Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, pihak Eropa untuk pertama kalinya tidak hanya mereaksi kebijakan AS, tapi juga berupaya untuk menebus sanksi tersebut.

Zarif dalam wawancara dengan wartawan CBS News yang datang ke Tehran hari Senin (29/10) mengungkapkan pandangannya mengenai antusiasme Eropa untuk meningkatkan hubungan dengan Iran.

"Eropa berupaya meningkatkan hubungan untuk menghentikan sanksi AS dan menebusnya," ujar Zarif.

Menyikapi sanksi AS terhadap Iran, Zarif mengungkapkan, "AS sudah menjadikan sanksi sebagai candu yang dianggap bisa menyelesaikan seluruh masalahnya, tapi faktanya tidak,".

"AS akan menghadapi masalah yang lebih besar dari sanksi ini, sebab setelah ini Iran melancarkan balasan sesuai dengan program yang disusunnya," tegas Menlu Iran.

Presiden AS, Donald Trump

Pada 8 Mei 2018 lalu, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan keluar dari JCPOA dan memutuskan untuk melanjutkan sanksi nuklir terhadap Iran.

AS hingga 4 November 2018 memberikan tenggat waktu terakhir kepada negara-negara yang selama ini membeli minyak mentah dari Iran untuk menghentikannya secara total sejak tanggal tersebut.

Tapi seruan tersebut tidak diperhatikan oleh sebagian negara yang tetap melanjutkan pembelian minyak dari Iran.(PH)