Iran Adukan AS ke IMO
https://parstoday.ir/id/news/iran-i64583-iran_adukan_as_ke_imo
Organisasi Maritim Internasional (IMO) menilai tertolak setiap diskriminasi terhadap aktivitas transportasi maritim dan perdagangan laut serta meminta 171 negara anggota untuk berusaha melaksanakannya.
(last modified 2026-07-15T15:10:31+00:00 )
Nov 24, 2018 11:54 Asia/Jakarta
  • Organisasi Maritim Internasional IMO
    Organisasi Maritim Internasional IMO

Organisasi Maritim Internasional (IMO) menilai tertolak setiap diskriminasi terhadap aktivitas transportasi maritim dan perdagangan laut serta meminta 171 negara anggota untuk berusaha melaksanakannya.

Republik Islam Iran mengajukan gugatan anti Amerika kepada IMO karena dinilai melanggar konvensi organisasi ini dan upaya untuk menciptakan pembatasan yang akan berujung pada ancaman keamanan serta menjaga lingkungan hidup. IMO merupakan lembaga tertinggi dan rujukan kemaritiman dunia. Lembaga ini dibawah langsung PBB.

 

IMO yang bermarkas di London saat mengkaji pengaduan Iran terhadap sanksi Amerika, secara tegas meminta AS dan negara anggota lainnya menghindari langkah-langkah yang membahayakan keamanan maritim dan pelayaran internasional serta kebebasan kapal dagang.

 

Mohammad Rastad, Direktur Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran hari Jumat di akhir sidang Dewan IMO ke 121 di London berharap menyaksikan dampak dari langkah ini dalam pengembangan aktivitas maritim Iran mengingat peran dan posisi IMO.

Mohammad Rastad

 

Saeed Izadian, pengamat hak kelautan terkait seberapa besar dampak pengaduan Iran atas Amerika mengatakan, "Iran dari sisi maritim memiliki posisi penting di kawasan, mengingat bahwa organisasi ini telah menetapkan seluruh ketentuan internasional di bidang maritim, maka dapat diharapkan ketika ada peluang dukungan terhadap Iran, pemerintah Amerika di kasus ini juga akan membela diri, namun di sisi lain kendala kita di sanksi berkaitan dengan perusahaan asuransi dan dengan demikian harus dipikirkan langkah penyelesaiannya."

 

Utusan AS untuk urusan Iran, Brian Hook selama beberapa pekan terakhir meminta negara-negara dunia tidak mengijinkan kapal-kapal Iran berlabuh di pelabuhan mereka.

 

Brian Hook mengatakan, "Kita tidak akan mengijinkan kapal-kapal Iran mendapat asuransi dan jika kapal Iran menjadi penyebab sebuah kecelakaan laut, maka berbagai negara tidak dapat mengklaim kerugian dari perusahaan asuransi."

 

Sayid Kamaleddin Shahriari, anggota Komisi Pembangunan di Parlemen Iran mengatakan, "Pengaduan Iran ke ICJ bukan berarti IMO tidak akan menindaklanjuti aksi AS, tapi organisasi ini sebagai rujukan pelayaran internasional juga harus membahas langkah Amerika, karena kebijakan sanksi Washington terhadap kapal Iran dapat membahayakan pelayaran di laut bebas."

 

Iran dari sisi posisi dan kepemilikan armada besar memainkan peran penting di perdagangan maritim dunia dan senantiasa termasuk salah satu negara anggota berpengaruh di IMO.

 

Namun pemeritnah AS selama beberapa dekade terakhir banyak melanggar komitmennya dan mengabaikan konvensi internasional. Pelanggaran JPCOA merupakan bukti nyata dari sebuah perusakan komitmen internasional dan ketidakpedulian atas sebuah tanggung jawab di mana Washington memiliki kewajiban tersebut dalam koridor implementasi JCPOA.

 

Pemerintah AS melalui kebijakan keliru, radikal dan arogannya terhadap negara lain, telah merusak berbagai komitmen internasional termasuk konvensi kemaritiman (IMO). Oleh karena itu, negara-negara anggota IMO harus membela impelemtasi kesepakatan dan MoU yang telah disepakati. (MF)