Analis Rusia: Iran Penjamin Tunggal Keamanan Hormuz
-
Farhad Ibrahimov
Pars Today - Analis urusan internasional dan dosen universitas Persahabatan Bangsa-Bangsa Moskow, dengan menyatakan bahwa "Washington telah melanggar seluruh ketentuan nota kesepahaman yang ditandatangani dengan Tehran," menekankan: Mengingat penekanan Iran pada kepentingan nasionalnya, tidak ada jaminan untuk keberhasilan perancangan jalur alternatif lalu lintas di Selat Hormuz.
Menurut laporan Pars Today, Farhad Ibrahimov dalam wawancaranya dengan IRNA mengatakan: "Harus dipahami bahwa Selat Hormuz adalah selat yang selalu dalam keadaan damai sampai Amerika memulai agresi tanpa alasan terhadap Iran."
Ia menambahkan: "Donald Trump, Presiden AS, mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menyediakan keamanan di selat ini secara gratis selama 50 tahun, tetapi sekarang bermaksud untuk menghasilkan uang dari cara ini. Pertanyaan yang muncul adalah, bahaya apa yang ada di Selat Hormuz sehingga AS menyediakan keamanannya selama 50 tahun?"
Analis Rusia ini menegaskan: "Trump hanya memutuskan untuk mengubah Selat Hormuz menjadi proyek komersial lainnya dan tidak senang bahwa Iran menguasai Selat Hormuz."
Ia menambahkan: "Iran dengan menguasai Selat Hormuz menunjukkan kepada AS dan seluruh dunia bahwa ia berbicara dengan Washington dari posisi yang setara; Iran tidak akan menyerah dan tidak akan mengorbankan kepentingan nasionalnya, yang merupakan hal yang sangat penting dan bermakna. Dalam situasi seperti itu, perilaku agresif Amerika dapat diprediksi."
Ibrahimov melanjutkan: "Dalam kasus khusus ini, Amerika mengalami kebingungan dan kepasifan yang ekstrem. Kebingungan ini dapat sangat merugikan Trump; Trump yang selama ini terus memeras dan mengancam Iran, dan tidak ada kesuksesan yang menantinya."
Ia menekankan: "Amerika tidak akan mencapai kemenangan dalam agresi saat ini melawan Iran. Itulah sebabnya mereka memasukkan agresi-agresi baru dan tindakan-tindakan provokatif di Selat Hormuz dan selatan Iran ke dalam agenda, untuk dengan cara ini memulai putaran lain dari perang total." (MF)