New York Times: Amerika Serikat Berada di Ambang Kekalahan Strategis
https://parstoday.ir/id/news/world-i194224-new_york_times_amerika_serikat_berada_di_ambang_kekalahan_strategis
Surat kabar The New York Times dalam sebuah laporan terbaru menyoroti kegagalan Amerika Serikat meraih tujuan-tujuannya dalam perang melawan Iran.
(last modified 2026-08-02T05:19:50+00:00 )
Aug 02, 2026 12:11 Asia/Jakarta
  • New York Times: Amerika Serikat Berada di Ambang Kekalahan Strategis

Surat kabar The New York Times dalam sebuah laporan terbaru menyoroti kegagalan Amerika Serikat meraih tujuan-tujuannya dalam perang melawan Iran.

Surat kabar tersebut menulis bahwa perang ini tidak hanya menempatkan Amerika Serikat di ambang kekalahan strategis, tetapi juga telah merusak kepercayaan para sekutunya secara signifikan.

Dilansir Pars Today dari Kantor Berita IRIB, laporan New York Times menyebutkan bahwa para pejabat dan analis Barat meyakini bahwa dari sudut pandang sekutu Amerika Serikat, perang dengan Iran tampaknya sedang bergerak menuju sebuah kekalahan strategis.

Laporan tersebut menambahkan bahwa sekutu-sekutu Amerika khawatir ketidakmampuan Washington menggunakan kekuatan militernya untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan di Iran telah memperlihatkan sejumlah kerentanan yang kemungkinan akan dimanfaatkan oleh Rusia dan Tiongkok.

New York Times juga menyinggung tidak tercapainya tujuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam agresi terhadap Iran serta kekurangan amunisi penting yang dihadapi militer Amerika. Surat kabar itu menulis bahwa selama periode ini Iran justru menjadi semakin bertekad, program nuklir dan misilnya tidak berhasil dihancurkan, sementara Selat Hormuz pada praktiknya berada dalam kendali Teheran.

Menurut laporan tersebut, kondisi ini telah menempatkan Amerika Serikat dan rezim Zionis dalam posisi yang lebih lemah, bahkan keduanya mulai saling menyalahkan atas krisis tersebut.

Dalam bagian lain laporan itu, New York Times menyoroti penurunan tajam kredibilitas militer dan diplomatik Amerika Serikat. Disebutkan bahwa:

"Perilaku Washington dalam perang ini telah memperkuat persepsi bahwa Amerika Serikat telah berubah menjadi kekuatan yang tidak dapat diprediksi dalam menciptakan ketidakstabilan global."

Situasi tersebut, menurut laporan itu, telah sangat merusak kepercayaan sekutu-sekutu Washington. Banyak negara kini berupaya mengurangi ketergantungan mereka terhadap Amerika Serikat dan melakukan diversifikasi hubungan luar negeri.

Di akhir laporannya, New York Times membandingkan perang Amerika Serikat terhadap Iran dengan perang-perang sebelumnya seperti Vietnam, Irak, dan Afghanistan. Surat kabar tersebut menyimpulkan bahwa Amerika Serikat mungkin kembali mengalami kekalahan dalam sebuah perang yang bersifat menguras sumber daya (war of attrition).