JCPOA dan Keseriusan Eropa
https://parstoday.ir/id/news/iran-i64773-jcpoa_dan_keseriusan_eropa
Para pejabat tinggi Iran dan Eropa selama beberapa hari belakangan ini meningkatkan intensitas pertemuannya untuk membahas masalah keberlanjutan JCPOA. Meskipun pihak Eropa berulangkali menegaskan dukungannya terhadap JCPOA, tapi hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan. Oleh karena itu, Iran menilai upaya Eropa masih kurang memadai.
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Nov 29, 2018 14:22 Asia/Jakarta
  • Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Ali Akbar Salehi
    Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Ali Akbar Salehi

Para pejabat tinggi Iran dan Eropa selama beberapa hari belakangan ini meningkatkan intensitas pertemuannya untuk membahas masalah keberlanjutan JCPOA. Meskipun pihak Eropa berulangkali menegaskan dukungannya terhadap JCPOA, tapi hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan. Oleh karena itu, Iran menilai upaya Eropa masih kurang memadai.

Menyikapi masalah ini, Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Ali Akbar Salehi mengeluarkan peringatan keras kepada pihak Eropa mengenai kembalinya situasi ke arah sebelum sanksi, dan dimulainya pengayaan uranium 20 persen oleh pihak Tehran.

Salehi dalam pertemuan dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini mengingatkan bahwa tenggat waktu yang diberikan Iran kepada pihak Eropa hampir berakhir.  Sikap tegas Iran ini juga disampaikan Kepala Organisasi Energi Atom Iran dalam pertemuan dengan Dirjen IAEA, Yukiya Amano di Brussels.

Sementara itu, pihak Uni Eropa tetap menekankan urgensi kelanjutan JCPOA dan dukungannya terhadap perjanjian nuklir internasional itu. Masalah tersebut disampaikan Mogherini dalam pertemuan dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif hari Rabu (28/11).

Senada dengan itu,  Ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan, Eropa harus tetap menjaga JCPOA, walaupun AS secara sepihak keluar dari perjanjian ini dan kembali menjatuhkan sanksi kepada Iran.

"Uni Eropa bersama dengan negara anggota dan mitra dekatnya saat ini sedang memusatkan perhatian terhadap mekanisme jelas untuk menjaga JCPOA dan melanjutkan kerja sama dengan Iran di bidang penting ekonomi," ujar Juncker hari Rabu.

Ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker 

Rencananya, pihak Eropa akan menyampaikan mekanisme khusus finansial dalam bentuk SPV yang akan mendukung transaksi perdagangan dengan Iran tanpa menggunakan dolar AS. Hingga kini mekanisme tersebut belum dijalankan sesuai rencana, dan masih dibahas mengenai negara mana yang akan mengatur kendali masalah tersebut.

Tentu saja masalah ini menjadi perhatian serius Tehran. Deputi Menteri Luar Negeri Iran Urusan Politik, Abbas Araghchi menilai kondisi implementasi JCPOA saat ini masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Semua itu kembali kepada tekad serius Uni Eropa. Pasalnya, begitu banyak waktu telah dicurahkan pihak Iran untuk membahas masalah mekanisme tersebut, dan kesabaran Iran juga akan ada akhirnya.

Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Ali Akbar Salehi dalam wawancara dengan Reuters di Brussels mengungkapkan, "Jika Iran tidak mendapatkan kompensasi ekonomi dari kesepakatan nuklir, maka Republik Islam Iran bisa memulai kembali pengayaan uranium 20 persennya,".

Iran bisa saja segera keluar dari JCPOA menyikapi aksi sepihak AS. Tapi hingga kini masih memberikan waktu secara terbatas kepada pihak Eropa untuk memanfaatkan kesepakatan yang ada dalam menjaga keberlanjutan JCPOA tanpa kehadiran AS. Kondisi saat ini menjadi batu ujian bagi independen Uni Eropa dalam bentuk aksi nyata pasca Gedung Putih mengumumkan AS keluar dari JCPOA.

Eropa meyakini pentingnya keberlanjutan JCPOA yang dinilai sebagai kesepakatan untuk mewujudkan perdamaian dan keamanan regional serta Eropa. Tapi sikap tersebut harus dibuktikan dengan langkah signifikan. Jika tidak, Iran sudah menyiapkan langkah lain yang akan mengembalikan jalur nuklir negara ini sebelum JCPOA.(PH)