Pengulangan Skenario Gagal Pendukung Terorisme
https://parstoday.ir/id/news/iran-i65075-pengulangan_skenario_gagal_pendukung_terorisme
Sejak kemenangan Revolusi Islam Iran, Barat dan sejumlah rezim reaksioner bonekanya di kawasan mendukung kelompok-kelompok teroris dan radikal untuk memukul Republik Islam Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 07, 2018 13:55 Asia/Jakarta
  • Serangan bom di Chabahar, Iran tenggara.
    Serangan bom di Chabahar, Iran tenggara.

Sejak kemenangan Revolusi Islam Iran, Barat dan sejumlah rezim reaksioner bonekanya di kawasan mendukung kelompok-kelompok teroris dan radikal untuk memukul Republik Islam Iran.

Dalam skenario tersebut, mereka mendukung kelompok teroris munafikin (MKO) hingga dukungan kepada Komala (Komalah) dan kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS).

 

Beberapa bulan lalu, mereka juga mendanai kelompok teroris al-Ahvaziya untuk menyerang parade militer di kota Ahvaz. Para teroris menyusup ke acara parade ini dan menembaki warga yang sedang menonton acara. Serangan keji ini merenggut nyawa 25 orang dan melukai 69 lainnya. 

Sementara yang terbaru, sebuah mobil pickup Nissan yang memuat bahan peledak berusaha menerobos pintu gerbang markas polisi Iran di Chabahar, tenggara Republik Islam Iran, namun gagal dan pelaku meledakkan mobilnya di gerbang tersebut.

 

Insiden yang terjadi pada Kamis pagi, 6 Desember 2018 di Provinsi Sistan Balochestan itu menyebabkan tiga orang gugur syahid dan 40 lainnya termasuk perempuan dan anak-anak terluka.

 

Serangan teror tersebut menunjukkan kembali bahwa musuh-musuh rakyat Iran terus berusaha untuk membuat ketidakamanan dan kekacauan di Iran. Jelas bahwa musuh tidak mentolir kekuatan Iran dan stabilitas keamanan di negara ini di tengah-tengah kekacauan di kawasan Asia Barat. Selama ini, Iran telah bertindak tegas dalam melawan dan memberantas kelompok-kelompok teroris, di mana ini merupakan tamparan keras terhadap para pendukung terorisme.

Berdasarkan pernyataan juru bicara Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Ramadhan Sharif, kelompok-kelompok teroris yang beroperasi ini memiliki hubungan dengan layanan asing seperti Arab Saudi, yang selalu berusaha menciptakan ketidakamanan di berbagai perbatasan Iran.

 

Bukti-bukti yang ditemukan menunjukkan bahwa segitiga kejahatan yang terdiri dari Amerika Serikat, Arab Saudi dan rezim Zionis Israel berada di balik tindakan terorisme di perbatasan Iran termasuk serangan terbaru di Chabahar.

 

Dukungan luas sejumlah rezim reaksioner di pesisir pantai Teluk Persia kepada kelompok-kelompok teroris di selatan dan timur Iran bukan hal yang rahasia lagi. Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) secara terbuka berjanji akan memperluas api instabilitas dan konflik di kawasan hingga ke dalam wilayah Iran. MBS telah berulang kali menyatakan dukungan kepada upaya untuk meruntuhkan pemerintahan Republik Islam Iran.

Salah satu tujuan jahat serangan teror di Iran adalah menghubungkan masalah ini dengan isu-isu etnis, agama dan mazhab, di mana isu-isu ini diorganisir oleh AS, Arab Saudi dan Israel untuk menciptakan perpecahan, konflik dan perang. Mereka juga telah mengunakan isu-isu tersebut dan sukses menciptakan kekacauan di Timur Tengah.

 

Pakar urusan internasional Sayid Hadi Sayid Afeghi dalam sebuah pernyataan menyinggung peran AS dalam serangan teror di Iran. Dia mengatakan, pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait dengan kasus-kasus ini bisa menjadi bahan renungan, di mana dia telah berulang kali menegaskan bahwa AS akan berusaha untuk mengubah rezim di Iran dengan cara apapun termasuk dengan serangan-serangan teror seperti itu. Trump secara terbuka juga berulang kali mengancam bahwa AS bisa menciptakan kekacauan di dalam wilayah Iran.

 

Tujuan lain dari serangan teror di Iran adalah memberikan semangat kepada kelompok-kelompok teroris dan merusak hubungan baik antara Iran dan Pakistan. Kota Chabahar merupakan wilayah ekonomi di Iran, di mana banyak investasi dari dalam dan luar negeri di wilayah ini. Jelas bahwa dalang serangan bom di kota tersebut menginginkan kekacauan di Chabahar sehingga bisa mengurangi perkembangan ekonomi di kota pelabuhan tersebut.

Tentu saja serangan teror di Chabahar tidak memiliki nilai apapun dan para perancangnya juga gagal meraih tujuan-tujuannya. Namun yang pasti, para pelakunya akan membayar harga mahal atas perbuatan kejinya itu.

 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Bahram Ghasemi mengatakan, pelaku teror yang dikomandoi oleh poros-poros yang telah diketahui akan segera membayar mahal atas kejahatan ini. (RA)