Zarif: Hubungan Iran-Irak Bersejarah
-
Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif Sabtu (9/3) saat diwawancarai televisi al-Forat Irak menjelaskan, Amerika Serikat menekan Irak untuk memutus hubungannya dengan Iran, namun Washington tidak akan berhasil.
Seperti dilaporkan IRNA, Zarif seraya menyebut hubungan Iran-Irak bersahabat dan bersejarah mengingatkan, rakyat kedua negara bersaudara.
Seraya menekankan bahwa Iran menghendaki hubungan penuh dengan Irak, Zarif menambahkan, Tehran senantiasa menilai Baghdad sebagai salah satu pilar penting keamanan di kawasan Asia Barat (Timur Tengah), di mana tanpa Irak, kawasan tidak akan aman.
Menlu Iran terkait usulan Sayid Ammar Hakim, Ketua Gerakan Kebijaksanaan Nasional Irak atau al-Hikmah untuk menggelar dialog regional dengan melibatkan Iran, Irak, Turki, Arab Saudi dan Mesir, mengatakan, Iran mendukung seluruh usulan untuk kerja sama regional.
Seraya menjelaskan bahwa Iran senantiasa bersama rakyat kawasan, Zarif menambahkan, Republik Islam Iran meyakini hanya negara-negara kawasan yang mampu memutuskan masa depan regional.
Menlu Iran lebih lanjut menyinggung perundingan dengan Arab Saudi dan menandaskan, Iran senantiasa siap berunding dengan tetangganya termasuk Arab Saudi, namun Riyadh tidak pernah menunjukkan minatnya untuk berunding.
Menlu Iran ini juga mengisyaratkan JCPOA dan keluarnya AS dari kesepakatan nuklir tersebut seraya mengatakan, Washington dengan keluar dari JCPOA telah membuktikan bahwa ia tidak dapat dipercaya dalam perundingan.
Seraya menjelaskan bahwa JCPOA telah didukung oleh Dewan Keamanan PBB, Zarif mengungkapkan, Presiden AS Donald Trump sepenuhnya keliru jika berpikir mampu meraih kesepakatan lebih baik dari JCPOA. (MF)