Jika Ingin Selamatkan JCPOA, Iran Minta Eropa Ambil Langkah Praktis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i69991-jika_ingin_selamatkan_jcpoa_iran_minta_eropa_ambil_langkah_praktis
Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik, Abbas Araqchi mengatakan Iran sudah cukup menahan diri dalam kesepakatan nuklir JCPOA, tetapi Eropa tidak memanfaatkan peluang itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 11, 2019 06:26 Asia/Jakarta
  • Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik, Abbas Araqchi.
    Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik, Abbas Araqchi.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik, Abbas Araqchi mengatakan Iran sudah cukup menahan diri dalam kesepakatan nuklir JCPOA, tetapi Eropa tidak memanfaatkan peluang itu.

Dia menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan Dirjen Politik Kementerian Luar Negeri Inggris, Richard Moore di Tehran, seperti dikutip IRNA, Jumat (10/5/2019).

Eropa, lanjut Araqchi, tidak boleh meremehkan tekad Iran untuk mengurangi komitmennya dalam JCPOA secara bertahap.

Dia mendesak negara-negara yang tersisa dalam kesepakatan nuklir (Inggris, Prancis, Jerman, Cina dan Rusia) untuk melaksanakan komitmennya. Dia juga meminta Eropa mengambil tindakan praktis di sektor minyak dan perbankan dalam waktu 60 hari ke depan.

Sementara itu, Richard Moore mengatakan Inggris berkomitmen dengan kesepakatan nuklir dan London akan berusaha agar Instrumen untuk Mendukung Pertukaran Perdagangan (INSTEX) diaktifkan.

"Inggris akan melanjutkan upayanya untuk memastikan pemenuhan tuntutan Iran," katanya.

Iran telah menghentikan beberapa komitmennya dalam kesepakatan nuklir sejak 18 Mei 2019 dan memberikan waktu 60 hari kepada negara-negara anggota JCPOA untuk memenuhi komitmen mereka di sektor minyak dan perbankan.

"Iran akan meningkatkan cadangan uranium yang diperkaya dan air berat. Jika Eropa tidak mampu menutupi dampak sanksi sepihak AS dalam waktu 60 hari, Iran juga akan memulai pembangunan reaktor nuklir," tegas Presiden Hassan Rouhani dalam sebuah pernyataan Rabu lalu. (RM)