Petualangan Aramco; Keributan Tim Trump dan Jawaban Zarif
https://parstoday.ir/id/news/iran-i73929-petualangan_aramco_keributan_tim_trump_dan_jawaban_zarif
Persepsi perang AS dan Arab Saudi tentang tindakan Yaman menargetkan kilang minyak Arab Saudi Aramco, meskipun dapat dibenarkan dalam konteks perang Yaman, namun mengarahkan jari tuduhan kepada Iran merupakan contoh kasus menerapkan teori "melarikan diri ke depan".
(last modified 2026-07-16T10:11:38+00:00 )
Sep 20, 2019 12:11 Asia/Jakarta
  • Kilang minyak Aramco yang diserang drone Yaman
    Kilang minyak Aramco yang diserang drone Yaman

Persepsi perang AS dan Arab Saudi tentang tindakan Yaman menargetkan kilang minyak Arab Saudi Aramco, meskipun dapat dibenarkan dalam konteks perang Yaman, namun mengarahkan jari tuduhan kepada Iran merupakan contoh kasus menerapkan teori "melarikan diri ke depan".

Keributan yang dimunculkan Amerika Serikat terhadap Iran menyusul serangan drone Yaman menunjukkan satu petanda dan itu untuk meyakinkan rezim Saudi bahwa AS dapat dengan tenang memerah rezim ini. Kebijakan AS terhadap Arab Saudi didasarkan pada perolehan dolar dari hasil ekspor minyak dan kelanjutan perang Yaman.

Lawatan Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ke Arab Saudi dan bagaimana ia meninggalkan negara ini tanpa mengikuti konferensi pers bersama dengan menteri luar negeri Arab Saudi, menunjukkan bahwa memperkenalkan pelaku palsu terkait petualangan Aramco tidaklah semudah keributan politis dan propaganda pemerintah Donald Trump.

Mike Pompeo dan Mohammed bin Salman

Pencegahan dan perlawanan Yaman sekarang tidak dapat dibangdingkan dengan masa dimulainya perang Yaman pada tahun 2015, dan hari ini, setelah melewati masa lima tahun perang, batas pertahanan dan tindakan pencegahan Yaman telah mencapai jauh ke dalam Arab Saudi.

Ketika Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Saree mengakui bahwa negara itu dalam sehari dapat membuat enam drone domestik dan modern, fakta ini menunjukkan ada kemauan yang diciptakan dari dalam perang Yaman yang tidak seimbang, sehingga sekarang mereka mampu menargetkan pusat industri penting seperti kilang minyak Aramco.

Dalam konteks yang sama, Kamal Dehghani Firouzabadi, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majlis Shura Islami Republik Islam Iran, menyinggung operasi berani rakyat Yaman dalam menargetkan fasilitas minyak Aramco dan menekankan, "Operasi ini telah menghina Amerika Serikat dengan semua fasilitas militer yang dimilikinya, mulai dari radar hingga rudal."

Dalam keadaan seperti itu, akar serangan pesawat tak berawak Yaman pada kilang Aramco ada hubungannya dengan perang di negara itu, dan mencari pelakunya di luar kerangka itu adalah untuk mengingkari kekuatan ofensif militer Yaman.

Situasi ini menunjukkan bahwa perbatasan Arab Saudi yang lemah dan dapat dengan mudah dipenetrasi hingga ke dalam jangkauan geografis negara ini serta setiap petualangan Amerika Serikat di kawasan bakal menambah kesalahan yang bersumber dari kelemahan ini.

Republik Islam Iran telah berulang kali menyatakan bahwa mereka menginginkan perdamaian dan keamanan di kawasan dan tidak mendukung perang apa pun, tetapi akan mempertahankan diri jika perbatasannya terancam.

Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif berbicara kepada CNN pada hari Kamis, 19 September,  tentang literatur perang beberapa pejabat AS, menjelaskan bahwa tidak ada yang namanya serangan terbatas. Zarif mengatakan, "Bagaimanapun juga, Iran tidak menginginkan perang, tapi tidak akan ragu membela diri."

Mohammad Javad Zarif diwawancarai CNN

Iran bertindak tegas dalam melindungi perbatasan darat, laut dan udaranya dan itu dibuktikan dalam langkah terbarunya dengan menembak jatuh pesawat tak berawak AS di Teluk Persia. Kekuatan pencegahan Iran berasal dari dalam negeri dan tidak memiliki koneksi ke luar, dan masalah penting ini menunjukkan kekuatan Republik Islam Iran di kawasan Asia Barat dan Teluk Persia.