Rahbar: Represi Maksimum Gagal, Kami Lanjutkan Penurunan Komitmen JCPOA
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei seraya mengisyaratkan kegagalan pendekatan represi maksimum Amerika dan sikap Iran yang tidak bersedia menyerah dihadapan kubu arogan mengatakan, Iran melanjutkan penurunan komitmen JCPOAnya secara serius dan akan melanjutkan kebijakannya ini.
Ayatullah Khamenei Rabu (02/10) saat bertemu dengan ribuan komandan IRGC (Sepah Pasdaran) seraya mengisyaratkan upaya gagal terbaru Amerika untuk menciptakan kondisi simbolis kekalahan Iran menambahkan, "Mereka untuk memaksa presiden Iran agar bersedia bertemu, bahkan rela memohon dan meminta bantuan mitra Eropanya, namun tetap gagal dan sampai saat ini represi maksimum gagal. Dan Saya secara tegas mengatakan bahwa mereka sampai akhir akan tetap gagal di kebijakan represi maksimumnya."
Seraya mengisyaratkan isu nuklir, Rahbar mengatakan, penurunan komitmen nuklir yang tanggung jawabnya berada di tangan Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) harus dilanjutkan dengan serius, detail dan komprehensif seperti yang diumumkan pemerintah, sehingga dapat mencapai hasil yang diinginkan dan pastinya hasilnya akan seperti itu.
Ayatullah Khamenei di kesempatan tersebut menyinggung biaya musuh khususnya Amerika di Afghanistan, Irak dan Suriah serta mengingatkan, "Mereka dengan biaya besar menciptakan Daesh (ISIS) dan memberi dukungan senjata, finansial dan propaganda serta kini Daesh berhasil dikalahkan berkat upaya pemuda Suriah, Irak dan Iran, mereka mulai menebar kebohongan "Kami yang menghancurkan Daesh"."
Rahbar seraya memuji kemampuan muqawama dalam menghadapi front kafir dan zalim, saat memberi rekomendasi Sepah Pasdaran mengatakan, "Jangan sampai kalian kehilangan pandangan luas dan lintas batas terhadap geografi muqawama."
Ayatullah Khamenei di bidang ekonomi juga mengingatkan, sebagian pihak sebelumnya memprediksikan bahwa tahun 98 Hs (2019) tahun ekonomi paling sulit, padahal kini petinggi pemerintah mengkonfirmasi laju ekonomi satu persen di paruh pertama tahun ini.
"Dari sudut pandang manapun pandangan atas perlawanan bangsa Iran terhadap dunia kekufuran, arogan dan zalim, kemenangan final milik bangsa Iran," ungkap Rahbar. (MF)