Kecerdasan Buatan; Babak Baru Kerja Sama Iran-Turki
https://parstoday.ir/id/news/iran-i76917-kecerdasan_buatan_babak_baru_kerja_sama_iran_turki
Menteri Komunikasi, Informasi dan Teknologi Iran, Mohammad-Javad Azari Jahromi dalam pertemuannya dengan Deputi menteri transportasi dan infrastruktur Turki, Ömer Fatih Sayan seraya mengisyaratkan tekad Tehran dan Ankara untuk memperluas kerja sama teknis di bidang teknologi informasi, menuntut kerjasama kolektif di bidang pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
(last modified 2026-07-27T15:20:49+00:00 )
Des 25, 2019 17:49 Asia/Jakarta
  • Kecerdasan Buatan
    Kecerdasan Buatan

Menteri Komunikasi, Informasi dan Teknologi Iran, Mohammad-Javad Azari Jahromi dalam pertemuannya dengan Deputi menteri transportasi dan infrastruktur Turki, Ömer Fatih Sayan seraya mengisyaratkan tekad Tehran dan Ankara untuk memperluas kerja sama teknis di bidang teknologi informasi, menuntut kerjasama kolektif di bidang pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di abad 21 berubah menjadi kebutuhan penting bagi kegidupan umat manusia. Sejatinya dapat dikatakan bahwa keceradasan buatan berubah menjadi bagian penting industri teknologi dan menempati posisi pertama di berbagai bidang penelitian dan industri. Sejatinya perkembangan ekonomi di dunia banyak bergantung pada teknologi ini. Oleh karena itu, harus diupayakan untuk meraih kemajukan di dua bidang pengetahuan, kecerdasan buatan dan data.

Dalam koridor ini, di bulan Juli lalu digelar pertemuan kwartet menteri telekomunikasi dan teknologi empat negara Iran, Rusia, Turki dan Republik Azerbaijan di Tehran.

Image Caption

 

Pesan penting sidang ini adalah upaya serius untuk melawan unilateralisme Amerika di bidang teknologi khususnya teknologi informasi dan telekomunikasi. Penyelenggaraan sidang kwartet menteri telekomunikasi dan dan teknologi empat negara penting kawasan di Tehran dimaksudkan untuk menciptakan sebuah pasar besar regional di sektor kecerdasan buatan dan meraih saham regional yang tepat di masa depan ekonomi digital sebuah langkah besar Iran untuk melawan unilateralisme Amerika.

Empat negara sepakat melalui penyelenggaraan 8 event teknis dan pulbik dalam dalambentuk pameran dalam satu tahun dengan diikuti seluruh pemain ekonomi digital di kawasan, mampu membentuk sebuah pasar regional yang lebih kuat sehingga peluang perkembangan ekonomi negara-negara kawasan terbuka lebar.

Kesepakatan ini merupakan ufuk jelas bagi kerjasama kolektif regional di sektor teknologi baru. Kini harus diambul langkah bersama untuk tujuan yang telah dicanangkan tersebut.

Republik Islam Iran dibidang teknologi dan sains memiliki kemajuan signifikan dan di sektor kecerdasan buatan juga bertekad melakukan dan mengembangkan kerja sama dengan berbagai negara. Sekaitan dengan ini, menteri telekomunikasi Iran di kunjungan terbarunya ke Malaysia juga mengusulkan kerja sama teknologi dan sains antar universitas kedua negara kepada menteri industri Malaysia. Usulan ini direspon positif oleh Malaysia dan dijadwalkan masalah ini akan dicantumkan dalam agenda kerjasama kedua negara.

Dr. Sorena Sattari, wakil presiden Iran bidang sains dan teknologi seraya mengisyaratkan kondisi startup kecerdasan buatan mengatakan,"Saat ini kecerdasan buatan sangat disambut di ekonomi berbasis pengetahuan dan startupnya memberi pelayanan besar di sektor ini. Misalnya di sektor transportasi cerdas atau di sektor digital juga memanfaatkan kecerdasan buatan."

Investasi untuk teknologi ini menjadi kebutuhan zaman dan kekuatan besar, khususnya Amerika Serikat mengambil pendekatan ofensif di bidang ini dengan impian dapat memberi pengaruh lebih besar di masa depan dari sisi strategis, dan dari sisi geoekonomi dapat meraih keuntungan lebih besar.

Saat ini, mayoritas ekonomi digital fokus pada kecerdasan buatan dan perusahaan Iran yang berbasis pengetahuan di tengah-tengah sanksi Amerika memulai pengembangan riset mereka di bidang ini.

Kini peluang kerjasama Iran di sektor teknologi dan kecerdasan buatan dengan negara lain telah terbuka.

Statemen Mohammad-Javad Azari Jahromi saat bertemu dengan Omer Fatih Sayan di sektor ini dapat dinilai sebagai awal babak baru kerja sama di bidang teknologi. Azari Jahromi berharap bahwa bersamaan dengan pertemuan para menteri teknologi, telekomunikasi dan informasi anggota D-8 di Turki, juga akan digelar pertemuan komisi bersama di bidang ini. (MF)