Pandangan Rahbar Soal Kerja Sama Regional
-
Pertemuan Rahbar dan Emir Qatar di Tehran.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan situasi regional saat ini tidak kondusif dan ini disebabkan oleh tindakan destruktif Amerika Serikat dan sekutunya. Menurutnya, satu-satunya cara melawannya adalah mengandalkan kerja sama antara negara-negara di wilayah Asia Barat.
Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di Tehran pada Ahad (12/1/2020) malam.
Ayatullah Khamenei mencatat bahwa Iran dan Qatar perlu memperluas hubungan ekonomi pada tingkat yang sesuai dengan hubungan politik. Tentu saja, beberapa pihak terutama mereka yang datang ke sini dari belahan dunia lain, tidak senang jika negara-negara regional memperluas kerja samanya, tapi ini tidak ada hubungannya dengan mereka, dan bangsa-bangsa regional tidak menerima lagi campur tangan dan pemaksaan.
Sementara itu, Sheikh Tamim Al Thani menyampaikan kepuasan atas pertemuannya dengan Rahbar dan sepakat bahwa situasi regional saat ini sedang sulit.
"Kami sepenuhnya setuju dengan pandangan yang mulia mengenai pentingnya meningkatkan kerja sama regional dan kami percaya bahwa dialog komprehensif antara negara-negara kawasan harus dilaksanakan," ujarnya.
Emir Qatar selama di Tehran telah bertemu dengan Presiden Hassan Rouhani, untuk mendiskusikan masalah hubungan bilateral dan perkembangan terbaru di Asia Barat.
Kedua negara memiliki pandangan yang sangat dekat mengenai keamanan regional. Iran dan Qatar adalah dua negara bertetangga dan memiliki kepentingan bersama. Untuk itu, kedua pihak menyerukan penurunan tensi ketegangan di kawasan.
Republik Islam telah melakukan upaya untuk mengurangi ketegangan, tetapi tidak akan segan-segan untuk membalas tindakan para agresor dan teroris. Iran mengandalkan kekuatan dan pertahanan militer untuk melawan para perusak keamanan, termasuk keamanan di Teluk Persia.
Seperti yang disampaikan Ayatullah Khamenei, kebijakan keliru dan tidak rasional sebagian negara telah memicu ketegangan dan konflik di kawasan.
Qatar juga merasakan pengalaman pahit dalam beberapa tahun terakhir ketika ia dimusuhi dan diblokade oleh beberapa negara Arab lainnya.
Iran menghormati pandangan dan upaya yang dilakukan oleh para tetangganya termasuk Qatar, dan mengumumkan penentangannya terhadap segala bentuk ketegangan di kawasan. Tehran tertarik untuk melanjutkan konsultasi demi memperkuat perdamaian, stabilitas, dan pembangunan regional.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam pidatonya di Doha Forum 2019, mengatakan sebagian pihak masih beranggapan bahwa di dunia saat ini yang saling terkait dan berhubungan, secara sepihak dapat mencapai kepentingannya dengan mengorbankan pihak lain dan mencapai keamanan untuk dirinya dengan mencegah para tetangganya menikmati keamanan.
"Cara ini tidak akan pernah membuahkan hasil. Keamanan sama persis seperti perubahan iklim, tidak mengenal perbatasan," tegasnya.
Pengalaman mencatat bahwa intervensi asing hanya menyebabkan meningkatnya ketegangan dan membuat situasi regional semakin kompleks. Kehadiran militer AS di kawasan tidak menambah rasa aman bagi para aktor asing, dan juga tidak menghadirkan keamanan.
Pada dasarnya, kehadiran militer dan intervensi AS telah menyebabkan munculnya tragedi kemanusiaan dan kemerosotan ekonomi di kawsan. (RM)