Media Aljazair: Kasus Epstein Jadi Alasan Utama Perang Trump
https://parstoday.ir/id/news/world-i186430-media_aljazair_kasus_epstein_jadi_alasan_utama_perang_trump
Pars Today - Surat kabar Al-Sharq Aljazair menulis bahwa alasan langsung perang yang dilancarkan oleh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, terhadap Iran adalah skandal yang terkait dengan kasus Jeffrey Epstein.
(last modified 2026-03-08T13:34:23+00:00 )
Mar 08, 2026 20:31 Asia/Jakarta
  • Jeffrey Epstein dan Donald Trump
    Jeffrey Epstein dan Donald Trump

Pars Today - Surat kabar Al-Sharq Aljazair menulis bahwa alasan langsung perang yang dilancarkan oleh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, terhadap Iran adalah skandal yang terkait dengan kasus Jeffrey Epstein.

Kasus penyalahgunaan seksual dan pencucian uang yang melibatkan pedagang Yahudi yang dihukum karena kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, telah lama menjadi bayangan pada politik Amerika Serikat dan telah menjadi tempat untuk penyelesaian skor politik antara partai-partai Amerika.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, surat kabar Al-Sharq dari Aljazair menyatakan bahwa skandal yang terkait dengan kasus Jeffrey Epstein dan keterlibatan Donald Trump dalam skandal seksual ini adalah alasan langsung untuk perang yang dilancarkannya terhadap Iran untuk mengalihkan perhatian publik Amerika dan dunia.

Surat kabar ini menulis bahwa Daily Telegraph baru-baru ini menerbitkan bagian dari dokumen-dokumen kasus Epstein yang menunjukkan detail skandal seksual Trump dalam kasus ini. Publikasi ini mengkonfirmasi teori Andre Carson, anggota Komite Intelijen Kongres Amerika, yang menyatakan bahwa satu-satunya alasan perang terhadap Iran adalah upaya untuk menyembunyikan skandal ini.

Artikel Daily Telegraph yang diterbitkan pada tanggal 6 Maret 2026, menerbitkan file-file “penyalahgunaan seksual” Trump dalam bentuk dokumen Epstein di tengah-tengah perang yang dilancarkannya terhadap Iran. Dokumen-dokumen ini mengungkapkan detail tentang penyalahgunaan seksual Trump terhadap wanita dan gadis-gadis, termasuk gadis-gadis berusia 13 hingga 15 tahun.

Badan-badan Amerika Serikat di tengah perang melawan Iran mengungkapkan detail baru ini dalam bentuk wawancara yang dilakukan dengan orang-orang yang terkait dengan tuduhan penyalahgunaan seksual Trump terhadap mereka.(sl)