Dimulai, Proses Pembuatan Antibodi Eksklusif Corona di Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i80991-dimulai_proses_pembuatan_antibodi_eksklusif_corona_di_iran
Kepala Markas Besar Nasional Iran untuk Memerangi Coronavirus Iran mengumumkan awal produksi antibodi khusus untuk penyakit Covid-19 di negara ini.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
May 04, 2020 09:18 Asia/Jakarta
  • Mostafa Ghanei, Kepala Markas Besar Nasional Iran untuk Memerangi Coronavirus Iran
    Mostafa Ghanei, Kepala Markas Besar Nasional Iran untuk Memerangi Coronavirus Iran

Kepala Markas Besar Nasional Iran untuk Memerangi Coronavirus Iran mengumumkan awal produksi antibodi khusus untuk penyakit Covid-19 di negara ini.

Menurut laporan IRIB hari Senin (04/05/2020), Mostafa Ghanei, Kepala Markas Besar Nasional Iran untuk Memerangi Coronavirus Iran menambahkan, "Dibutuhkan sekitar satu hingga dua bulan untuk menguji stabilitas antibodi virus Corona, tetapi para peneliti Iran telah berhasil pada tahap awal pembuatan antibodi ini."

Kepala Markas Besar Nasional Iran untuk Memerangi Coronavirus Iran menjelaskan, "Saat ini, kombinasi tiga obat untuk pengobatan Corona sedang diuji secara klinis, dan Iran adalah salah satu dari lima negara yang akan memiliki saham penting dalam merawat dan mendiagnosa Corona dalam tiga bulan ke depan."

Vaksi Corona

"Vaksin flu Iran akan diproduksi di Iran tahun ini atau tahun depan dengan cara yang baru dan inovatif," tegas Ghanei.

Bersamaan dengan langkah-langkah preventif dan pengobatan dari pemerintah Iran dengan bantuan angkatan bersenjata, proses diagnosa awal, melacak orang-orang yang bersentuhan dengan pasien, mengisolasi pasien (karantina) dan merawat orang dengan virus Corona disertai semua bagian dari rakyat Iran, sedang berlangsung dengan cepat.

Dalam beberapa minggu terakhir, Republik Islam Iran telah menyaksikan penurunan kasus coronavirus karena tindakan tepat waktu dan kerja sama rakyat.

Menurut Kementerian Kesehatan Iran, 97.424 orang telah terinfeksi virus Corona di Iran sejauh ini, di mana lebih dari 78.000 telah pulih dan diizinkan pulang dari rumah sakit, sementara sekitar 6.000 telah meninggal.