Soal Terorisme, Iran Sindir Kebijakan Tetangga
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan kebijakan penggunaan isu terorisme sebagai alat dalam transformasi regional, tidak memberi hasil apapun dan kontra-produktif.
Hossein Jaberi Ansari pada konferensi pers mingguan, Senin (9/5/2016) menanggapi pernyataan duta besar Rusia untuk PBB yang menyebut bahan peledak untuk serangan teror di Irak berasal dari Turki. Demikian dikutip IRNA.
"Ulah beberapa negara untuk memanfaatkan kelompok-kelompok teroris, tidak akan menguntungkan pihak manapun di kawasan dan membawa dampak yang sangat buruk," kata Jaberi Ansari.
"Iran selalu menyatakan bahwa harapannya dari para tetangga dan negara-negara kawasan adalah bahwa persoalan tersebut harus menjadi bagian dari kebijakan strategisnya dan tidak membiarkan kelompok teroris mencapai keberhasilan dalam mengejar tujuannya," tegasnya.
Saat ditanya tentang nasib uang dua miliar dolar milik Iran, Jaberi Ansari menerangkan, hasil kajian yang dilakukan oleh komisi yang dibentuk untuk tugas ini telah diserahkan ke Presiden Iran dan setelah rapat Dewan Tinggi Keamanan Nasional, hasil kajian komisi dan langkah-langkah yang sudah diambil akan disampaikan dalam sebuah keterangan resmi.
Pada kesempatan itu, Jaberi Ansari juga menjelaskan tentang rencana kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke Iran, dan mengatakan jadwal perjalanan ini akan segera disampaikan ke publik setelah rampung.
Soal pertemuan menteri luar negeri Iran dan Amerika Serikat terkait transaksi perbankan, Jaberi Ansari menuturkan bahwa sejauh ini dua putaran diskusi telah digelar dengan menlu AS, di mana isu utama dialog berhubungan dengan situasi terkini pelaksanaan perjanjian nuklir, khususnya masalah kegiatan perbankan dan finansial Republik Islam Iran. (RM)