Rouhani: 10 tahun Sanksi Zalim akan Berakhir Ahad depan
-
Hassan Rouhani
Presiden Republik Islam Iran seraya menjelaskan bahwa 18 Oktober hari berakhirnya sanksi senjata Iran menekankan, 10 tahun sanksi zalim persenjataan Iran akan dicabut Ahad pekan depan.
Hassan Rouhani Ahad (14/10/2020) di sidang kabinet seraya menjelaskan bahwa Tehran selama empat tahun berperang dengan Amerika terkait masalah ini mengatakan, AS empat tahun berusaha menggagalkan pencabutan embargo senjata Iran, namun 18 Oktober mendatang Washington kembali akan kalah.
Seraya menekankan bahwa pencabutan sanksi zalim disebabkan resistensi rakyat Iran, Rouhani menambahkan, mulai Ahad depan, Iran akan mampu membeli senjata dari siapa saja dan juga menjual senjata kepada siapapun.
Presiden Iran ini juga menyinggung kegagalan beruntun Amerika dan menyatakan, Washington di semua kasus termasuk keunggulan bangsa Iran, Palestina, Irak dan Suriah mengalami kekalahan serta tidak meraih kesuksesan apapun.
Rouhani mengisyaratkan kejahatan Amerika di kawasan termasuk di Afghanistan, Irak dan Suriah serta mengungkapkan, "Amerika mengklaim hadir di kawasan untuk menghancurkan Daesh (ISIS), namun semua pihak menyaksikan negara ini tidak mampu melakukan apapun dan justru rakyat Irak dan Suriah serta para pejuang kami yang berperang dan menghancurkan Daesh."
"Selama satu bulan terakhir, ekspor non minyak Iran mengalami kenaikan 25 persen di banding dengan periode sebelumnya dan proses ini terus mengalami peningkatan," papar Rouhani seraya mengisyaratkan langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk melawan sanksi Amerika.
Rouhani juga menjelaskan bahwa permintaan investasi di Iran dalam enam bulan lalu naik 37 persen di banding dengan tempo sebelumnya dan mengatakan, pejabat dan rakyat Iran bersama-smaa mengalahkan musuh dan akan sukses di bidang produksi dan aktivitas ekonomi serta melawan pandemi Corona. (MF)