Rahbar Menekankan Perlunya Mengatasi Krisis Corona dengan Manajemen Terbaik
Wabah virus Corona telah menjadi krisis yang berubah dan berkembang. Pandemi Corona di Iran, seperti di banyak negara lain, berdampak negatif, termasuk pada situasi ekonomi.
Kesulitan menangani virus Corona, yang menjadi lebih nyata dengan sanksi AS yang keras, adalah salah satu masalah yang membutuhkan tindakan yang lebih koheren oleh pihak berwenang dan lebih banyak kerja sama di tingkat masyarakat.
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam pada hari Sabtu (24/10/2020), dalam pertemuan tatap muka dengan Presiden dan anggota komisi penanganan nasional COVID-19, sambil mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran komisi penanganan COVID-19, mengacu pada pengelolaan virus ini di berbagai negara mengatakan, "Di sejumlah negara seperti AS, menerapkan manajemen terburuk dalam menghadapi masalah ini. Tapi, kita harus berusaha dengan sekuat tenaga untuk menangani masalah ini dengan manajemen terbaik demi menyelamatkan nyawa dan kesehatan rakyat, juga hal yang berhubungan dengan keamanan dan perekonomiannya."
Dalam hal ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam menekankan perlunya mengambil keputusan yang tegas, persuasi opini publik dan kerja sama semua institusi dan individu untuk menghadapi situasi menyedihkan dari virus Corona global.
Tak ayal, masalah yang disebabkan oleh penyakit Corona di dunia ini pahit dan malang. Wabah Corona menghadapi tantangan serius bahkan di negara-negara yang mengklaim modern, termasuk Amerika Serikat, karena manajemen dan perencanaan yang buruk.
Tinjauan tentang konsekuensi krisis Corona menunjukkan bahwa tiga faktor berperan besar dalam mengatasi tantangan besar ini:
Faktor pertama, memiliki perencanaan dan tujuan berdasarkan penggunaan semua kemampuan untuk mencegah penyebaran virus Corona, hingga pengembangan akhir dari vaksin COVID-19.
Faktor kedua, tekad nasional adalah untuk mengatasi masalah dan mengubah ancaman ini menjadi peluang.
Faktor ketiga, pihak berwenang berusaha menyediakan kondisi yang diperlukan untuk kelangsungan pergerakan ekonomi dan membantu mengoptimalkan kondisi kehidupan dan kegiatan ekonomi di berbagai sektor.
Ayatullah Khamenei menilai perlunya menerapkan manajemen yang benar dan tepat dengan pengambilan keputusan tegas, persuasi opini publik dan kerja sama semua institusi dan individu. Menurut Rahbar, "Tentunya kerja sama ini tidak sebatas menghadapi Corona, tetapi harus ada di segala persoalan, terutama persoalan politik. Karena negara yang memiliki bangsa yang kuat, sistem baru, dan wacana baru tentu menghadapi persoalan-persoalan penting di kancah global dan domestik."
Tidak ada keraguan bahwa sanksi AS yang menindas terhadap akses Iran ke obat-obatan dan peralatan medis yang dibutuhkan untuk merawat pasien dan mencegah penyebaran Corona, hal itu telah menciptakan rintangan dan masalah, tetapi ini tidak berarti kepasifan dan menyerah pada masalah. Cara menangani virus ini juga menjadi ujian bagi pemerintah dan bangsa.
Jelas dalam situasi sensitif ini, setiap tindakan atau perilaku apa pun yang memengaruhi paparan virus mematikan ini seperti pedang bermata dua yang, selain berdampak negatif pada kesehatan individu, juga dapat menyulitkan dan menghabiskan biaya untuk memerangi virus berbahaya ini pada tingkat makro. Secara khusus, virus Corona adalah virus dengan perilaku yang tidak diketahui yang, karena alasan logis dan ilmiah, harus mempertimbangkan segala kemungkinan.
Oleh karena itu, pidato Pimpinan Besar Revolusi hari Sabtu, selain mengapresiasi upaya tenaga medis dalam memerangi virus berbahaya ini, juga menekankan pada tanggung jawab individu, sosial dan manajerial yang sejalan dengan kepentingan dan nasib negara. Bangsa Iran sudah menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi penyakit seperti polio, cacar air, campak dan influenza, dan tentunya akan mengatasi krisis Corona dengan bertumpu pada kemauan dan kohesi nasional.