NYT: Enam Bulan Perang, Iran Justru Kian Kuat, Sanksi Tak Berhasil
-
Presiden AS Donald Trump
Pars Today - The New York Times menulis bahwa setelah enam bulan, Iran tampak lebih kuat, sementara tujuan AS tetap tidak jelas.
Melaporkan Pars Today dari IRIB, Jumat, 28 Agustus, 2026, The New York Times menulis bahwa Washington tidak mungkin dapat mengubah strategi Tehran dengan mengganti tindakan militer dengan perang ekonomi.
Laporan tersebut menyatakan, "Pada hari pertama perang, Trump berjanji kepada rakyat Iran akan kebebasan sesegera mungkin. Sekarang, setelah enam bulan, pemerintahannya berupaya membuat mereka lebih miskin dengan meningkatkan tekanan ekonomi."
Surat kabar ini juga menulis, "Sulit untuk menyembunyikan kegagalan nyata AS dalam memaksa Iran menerima tuntutan Washington. Karena Republik Islam tidak hanya tetap berdiri, tetapi secara praktis telah menguasai Selat Hormuz, memperkuat pengaruh regionalnya, dan beberapa negara juga berupaya menjalin kembali hubungan dengan Tehran."
The New York Times melanjutkan dengan menekankan bahwa kredibilitas AS di antara sekutu-sekutunya, serta citra Trump sebagai presiden yang menghindari perang yang mahal dan tak berujung di Asia Barat, telah rusak.
“The New York Times melaporkan bahwa setelah enam bulan perang, Iran tampak lebih kuat dan tujuan AS masih belum jelas. Washington tidak mungkin mengubah strategi Tehran melalui perang ekonomi, dan AS gagal memaksa Iran menerima tuntutannya. Iran tetap berdiri, menguasai Selat Hormuz, dan memperkuat pengaruh regionalnya.”(Sail)