Iran Tuntut AS Cabut Semua Sanksi Sekaligus
-
Sayid Abbas Araqchi.
Wakil menteri luar negeri Iran untuk urusan politik, mengatakan selama Amerika Serikat tidak mencabut semua sanksi dan bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir, maka tidak satupun dari kegiatan nuklir Iran terutama soal pengayaan, yang akan dihentikan apalagi dikurangi.
Hal itu diungkapkan oleh Sayid Abbas Araqchi dalam sebuah pernyataan, Kamis (8/4/2021) seperti dikutip kantor berita IRNA.
“Pengayaan 20 persen sedang berjalan dengan cepat dan proses ini akan berlanjut sampai kesepakatan tercapai, yang mengharuskan AS mencabut semua sanksi, seperti yang sudah sering disampaikan, semua sanksi harus dicabut sekaligus,” ujarnya.
Araqchi menjelaskan bahwa tim perunding Iran sedang bernegosiasi dengan kelompok negara anggota JCPOA saat ini yaitu; tiga negara Eropa, Rusia dan Cina, serta Uni Eropa sebagai koordinator kesepakatan.
Di sisi lain, lanjutnya, Uni Eropa sedang berbicara dengan Amerika dengan cara mereka sendiri dan menyampaikan hasil perundingan.
Menurutnya, ada tanda-tanda bahwa pihak AS sedang mengkaji posisinya dan bergerak menuju pencabutan sanksi secara penuh.
Pada Mei 2018, Presiden AS waktu itu, Donald Trump mengumumkan penarikan sepihak AS dari kesepakatan nuklir dengan Iran dan kemudian mengembalikan sanksi nuklir serta menerapkan sanksi besar-besaran terhadap Tehran.
Presiden AS saat ini, Joe Biden menyatakan minatnya untuk bergabung kembali dengan JCPOA, tetapi belum ada tindakan praktis yang diambil oleh pemerintahan Biden ke arah sana. (RM)