Kerajinan Tangan Iran Jadi Perhatian Pengunjung PIIACUF
https://parstoday.ir/id/news/malaysia-i72285-kerajinan_tangan_iran_jadi_perhatian_pengunjung_piiacuf
Seni dan industri kerajinan tangan Republik Islam Iran menarik perhatian banyak pengunjung PIIACUF (The Putrajaya International Islamic Arts and Culture Festival) yang diselenggarkan di Malaysia, Kamis-Jumat, 25-26 Juli 2019.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jul 27, 2019 20:55 Asia/Jakarta

Seni dan industri kerajinan tangan Republik Islam Iran menarik perhatian banyak pengunjung PIIACUF (The Putrajaya International Islamic Arts and Culture Festival) yang diselenggarkan di Malaysia, Kamis-Jumat, 25-26 Juli 2019.

Periode kelima PIIACUF kembali memukau penggemar seni dan budaya dengan tema "Kemegahan Musik & Vokal Dunia Islam."

Sejak kemunculan perdananya pada tahun 2013, PIIACUF telah menarik lebih dari 1 juta pengunjung, dan telah berkembang sebagai acara ikonik yang ditunggu-tunggu dengan penuh semangat terutama oleh umat Islam di seluruh dunia.

Tahun ini, pengunjung dapat menikmati berbagai alat musik dan berbagai unsur suara, musik serta teater yang digunakan sebagai media untuk menyampaikan emosi. Pengunjung juga bisa dilibatkan dan belajar melalui berbagai pembicaraan, demonstrasi langsung, dan konser.

PIIACUF2019 menyambut pengunjung festival untuk memperluas cakrawala kreatif mereka dan menemukan sejumlah besar pertunjukan, program, dan aktivitas yang menginspirasi di bawah ranah musik dan vokal Islam.

Di antara negara yang berpartisipasi dalam festival ini adalah Republik Indonesia, Republik Islam Iran, Turki, Uzbekistan, Maroko, Bangladesh, Thailand dan Korea Selatan. Malaysia diwakili oleh Johor, Kelantan, Terengganu dan Melaka.

Setelah kesuksesan edisi sebelumnya antara 2013 dan 2016, penyelenggara Putrajaya Corporation (PPj) mengharapkan PIIACUF kelima ini bisa menarik lebih dari 300.000 pengunjung.

Presiden PPj Datuk Dr Aminuddin Hassim mengatakan, event ini menjanjikan untuk menghibur dan meninggalkan kesan abadi pada pengunjung.

"Salah satu tujuan kami adalah untuk menunjukkan kepada publik berbagai seni musik Islami yang dipamerkan oleh negara-negara yang berpartisipasi," ujarnya.

Dia menambahkan, paparan terhadap budaya Islam lainnya ini akan memberi pengunjung perspektif baru, yang kami harap akan mendorong mereka untuk belajar lebih banyak tentang seni dan budaya Islam.

"Pengunjung juga akan mendapatkan pengalaman gaya musik yang berbeda dari berbagai instrumen dan menggali lebih dalam makna dari lagu-lagu tersebut," pungkasnya.

135 kegiatan telah disiapkan dalam edisi tahun ini, termasuk demonstrasi kerajinan tangan dan kaligrafi, permainan tradisional, karnaval truk makanan, dan malam berbagi budaya. (RA)