Jubir IRGC: Trump Incar Keluar Terhormat, Iran Menentukan Akhir Perang
-
Brigjen Ali Mohammad Naini, juru bicara IRGC
Pars Today – Juru bicara Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa amunisi musuh Zionis‑Amerika mendekati habis dan para pemimpinnya berusaha keluar dari konflik dengan cara terhormat, sementara keputusan akhir perang berada di tangan Iran.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRIB, Brigjen Ali Mohammad Naini, juru bicara IRGC, menyatakan bahwa Presiden Pembohong Amerika berusaha melarikan diri dari tekanan perang dan frustasi pasukan AS di kawasan dengan mengklaim palsu bahwa kekuatan militer Iran telah berkurang.
Naini menambahkan, “Trump penjahat, setelah mengalami kekalahan memalukan dalam perang, kini menggunakan tipu‑daya untuk menciptakan pencapaian semu, memanipulasi opini publik, dan menghindari tekanan psikologis.”
Kami tidak melihat apa‑apa selain kebohongan dari Trump,” tegasnya.
Brigjen Naini menambahkan, “Trump mengklaim situasi normal dan ideal bagi pasukannya di kawasan, padahal tentara Amerika lari dari pangkalan‑pangkalan mereka, dan dengan membawa tas ranselnya mereka menjadi pengungsi di kota‑kota setempat atau berlindung di hotel‑hotel. Sementara itu, pasukan Israel menyembunyikan diri di antara penduduk sipil dan fasilitas perkotaan dengan menciptakan “perisai manusia”.”
“Trump berbohong dengan mengklaim terjadi penurunan dan penghentian tembakan rudal Iran, padahal rudal‑rudal Iran kini lebih kuat daripada pada awal konflik, diluncurkan dalam jumlah lebih besar, dan masing‑masing memiliki berat lebih dari satu ton yang diarahkan ke pangkalan‑pangkalan Amerika serta rezim Zionis,” pungkasnya.(sl)