Anwar Ibrahim Terpilih Jadi Ketua Oposisi di Parlemen
-
Anwar dan Mahathir
Dewan kepemimpinan koalisi Pakatan Harapan (PH) di Malaysia sepakat menunjuk Anwar Ibrahim sebagai ketua kubu oposisi pemerintah di parlemen negara ini.
Seperti dilaporkan Kantor Berita Bernama, Saifuddin Ismail, sekretaris koalisi Pakatan Harapan di statemennya menyatakan bahwa sidang penunjukan pemimpin kubu oposisi selain memberi prioritas kepada partai yang memiliki kursi terbanyak di kubu oposisi, juga mengadopsi pandangan seluruh wakil oposisi di parlemen.
Oleh karena itu, Anwar Ibrahim, ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR) dan ketua koalisi PH ditunjuk sebagai ketua oposisi dan surat terkait hal ini telah dikirim kepada ketua parlemen.
Janji Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad untuk membawa kembali koalisi Pakatan Harapan ke kekuasaan menyusul terpilihnya Anwar sebagai ketua oposisi di parlemen, ia dan Mahathir di peringatan kedua kemenangan bersejarah di pemilu Malaysia melalui statemen bersama mengumumkan bahwa mereka telah mengabaikan perbedaan di antara mereka dan berencana memenangkan kembali kaolisi ini.
Koalisi Pakatan Harapan dua tahun lalu memenangkan pemilu raya Malaysia. Anwar Ibrahim Februari lalu di sebuah konferensi pers menolak menjawab statemen melecehkan Mahathir Mohamad, karena Ia mencela Anwar yang tidak sabar untuk menggantikannya.
Mahathir tahun 1981-2003 menjabat perdana menteri Malaysia dan menorehkan rekor sebagai perdana menteri terlama di negara ini. Mahathir tahun ini mengundurkan diri dari posisi perdana menteri sehingga masa kepemimpinannya kali ini tidak sampai dua tahun.
Setelah pengunduran diri Mahathir, Raja Malaysia menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri baru.
Menurut sumber ini, Mahathir ingin mengumpulkan mosi tak percaya di parlemen terhadap Muhyiddin Yassin pada 18 Mei mendatang. Hal ini karena perdana menteri baru Malaysia tidak memiliki dukungan suara mayoritas di parlemen untuk tetap menjabat. (MF)