Malaysia Segera Izinkan Warga Bepergian Bebas Usai Divaksin
https://parstoday.ir/id/news/malaysia-i94272-malaysia_segera_izinkan_warga_bepergian_bebas_usai_divaksin
Warga Malaysia yang telah menerima dua dosis vaksin Covid-19 dapat diizinkan bepergian secara bebas antara negara bagian dan distrik. Hal ini diutarakan oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 03, 2021 07:42 Asia/Jakarta
  • Seorang personel militer Malaysia menerima vaksin di Kuala Lumpur, 26 Februari 2021.
    Seorang personel militer Malaysia menerima vaksin di Kuala Lumpur, 26 Februari 2021.

Warga Malaysia yang telah menerima dua dosis vaksin Covid-19 dapat diizinkan bepergian secara bebas antara negara bagian dan distrik. Hal ini diutarakan oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Dia mengatakan penelitian internasional terbaru tentang vaksin tersebut menunjukkan bahwa mereka yang telah diberi dua dosis dan sertifikat dapat bepergian ke mana saja.

“Sebelumnya ada pandangan bahwa mereka yang telah divaksinasi mungkin terlindung dari infeksi, tetapi bisa menjadi pembawa potensial virus. Tapi sekarang, telah ditemukan bahwa ini tidak benar,” ujar PM Muhyiddin, seperti dikutip dari laman Medcom.id, Jumat 2 April 2021.

"Saya telah membahas ini dalam pertemuan NSC (Dewan Keamanan Nasional). Kami ingin memutuskan apakah ini masalahnya, mereka yang telah menerima dua dosis dapat melakukan perjalanan lintas negara bagian dan distrik," katanya dalam pertemuan di balai kota di ibu kota Sarawak.

Malaysia saat ini melarang sebagian besar perjalanan antara 13 negara bagiannya, kecuali untuk tujuan kerja.

Sejauh ini, 215.395 orang, atau 0,7 persen, dari 32 juta penduduk Malaysia, telah menerima kedua dosis Pfizer-BioNTech. Sebanyak 621.417 orang hingga Selasa (30 Maret) telah menerima satu dosis vaksin.

Malaysia telah mendapatkan vaksin untuk mencakup seluruh populasinya, dan pada 17 April akan memulai fase kedua yang penting dari peluncuran vaksinasi, menyuntik warga lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi lainnya. (RM)