Iran Aktualita 17 November 2018
https://parstoday.ir/id/news/other-i64295-iran_aktualita_17_november_2018
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya: Presiden Iran menyebut sanksi tidak berdampak pada penjualan minyak, menhan Iran yakin bahwa sanksi tidak akan melemahkan sektor pertahanan Iran, Iran dan Malaysia tandatangani MoU antar universitas, dan Iran capai kemajuan pesat di bidang medis.
(last modified 2026-04-22T10:22:51+00:00 )
Nov 17, 2018 13:24 Asia/Jakarta
  • Pada 5 November 2018, Presiden Donald Trump mengumumkan tahap kedua sanksi nuklir terhadap Iran.
    Pada 5 November 2018, Presiden Donald Trump mengumumkan tahap kedua sanksi nuklir terhadap Iran.

Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya: Presiden Iran menyebut sanksi tidak berdampak pada penjualan minyak, menhan Iran yakin bahwa sanksi tidak akan melemahkan sektor pertahanan Iran, Iran dan Malaysia tandatangani MoU antar universitas, dan Iran capai kemajuan pesat di bidang medis.

Sanksi tidak Berdampak pada Penjualan Minyak Iran

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani, mengatakan sanksi keliru dan kejam Amerika Serikat tidak berpengaruh pada penjualan minyak Iran. Pada sidang kabinet hari Rabu (14/11/2018), Rouhani menuturkan para pejabat AS mengira mereka benar-benar dapat menghentikan ekspor minyak Iran, tetapi mereka menyadari diri pada hari-hari (menjelang pengembalian sanksi) bahwa ini tidak praktis dan tidak mustahil

Menurutnya, pemutusan ekspor minyak Iran tidak mungkin berhasil karena persoalan internal Amerika dan harga minyak dunia. "Kami memiliki begitu banyak cara untuk menjual minyak, dan itu akan membuat sanksi mereka tidak efektif. Meski ada tekanan dan sanksi, Republik Islam tetap mempertahankan hubungan perbankannya dengan dunia," tegasnya.

Presiden Rouhani menambahkan, rakyat Iran melawan konspirasi Amerika dan akan mematahkannya. Seluruh dunia memahami bahwa AS kembali mengumbar klaim keliru dan menyebar propaganda serta mengejar ambisinya yang tidak pernah dapat diraih. Dia mengingatkan bahwa AS tidak menghormati hukum dan ketentuan internasional serta melanggarnya.

Rouhani lebih lanjut mencatat bahwa kampanye tekanan AS pasti akan gagal karena lembaga-lembaga pemerintah Iran berdiri teguh melawan AS. Menurutnya, Amerika telah memilih jalan keliru dengan menjatuhkan sanksi kepada Iran dan semakin mengungkap wajah sejatinya kepada dunia.

Sanksi tahap kedua AS menargetkan sektor perbankan, pesawat terbang, perkapalan, dan perusahaan yang terkait dengan industri energi dan keuangan Iran. Sanksi dikembalikan enam bulan setelah AS secara sepihak membatalkan kesepakatan nuklir Iran 2015.

Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton mengatakan pada Selasa lalu bahwa Washington akan menerapkan tekanan yang paling keras terhadap Iran. "Tujuan utama Washington adalah menekan ekspor minyak Tehran ke angka nol. AS telah memberikan keringanan kepada delapan importir minyak mentah Iran sejak sanksi mulai berlaku awal bulan ini," ungkapnya.

Presiden Iran dan Amerika Serikat.

Menhan Iran: Sanksi Tidak Bisa Lemahkan Pertahanan Iran

Menteri Pertahanan Republik Islam Iran, Brigadir Jenderal Amir Hatami mengatakan sanksi tidak akan bisa melemahkan Angkatan Bersenjata Republik Islam, bahkan sebaliknya menyebabkan Iran semakin mandiri.

"Sejak babak baru sanksi sepihak AS terhadap Iran dijalankan, telah diambil langkah terpadu. Tindakan AS justru akan menyebabkan Angkatan Bersenjata Iran bergerak semakin mandiri dari sebelumnya," ujar Menhan Iran dalam sebuah pernyataan pada 13 November lalu.

Brigjen Hatami menegaskan bahwa kini seluruh kebutuhan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran sudah bisa dipenuhi di dalam negeri dengan mengoptimalkan kemampuan para ahli mudanya. Dia mengungkapkan hingga akhir tahun ini sekitar 60 proyek prioritas akan rampung dengan menggandeng universitas, kementerian telekomunikasi, maritim dan dirgantara Iran.

"Rencana dan solusi yang tepat sudah disusun untuk melawan sanksi yang akan meningkatkan kemandirian Iran di bidang pertahanan. Kebijakan ekonomi perlawanan menentukan berapa banyak kebutuhan negara yang harus diproduksi di dalam negeri," tegasnya.

Dia menandaskan bahwa Kementerian Pertahanan akan memberikan kabar gembira tentang prestasi antariksa dan meritim kepada rakyat Iran pada peringatan kemenangan Revolusi Islam tahun ini.

Rudal-rudal Iran untuk tujuan pertahanan.

Iran dan Malaysia Tandatangani MoU antar Universitas

Universitas Teluk Persia Iran (Persian Gulf University/PGU) dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) di sela-sela konferensi internasional minyak, gas dan petrokimia di kota Bushehr menandatangani sebuah nota kesepahaman (MoU) pada 14 November lalu.

Rektor Persian Gulf University, Abdolmajid Mosleh mengatakan, MoU antara fakultas teknik minyak, gas dan petrokimia yang diwakili PGU dan Pusat Riset Teknologi UTM Malaysia ditandatangani Abdollatif Hashemi, dekan fakultas ini dan Ahmad Fauzi Ismail, Deputi Riset dan Teknologi UTM Malaysia.

Mosleh menjelaskan bahwa pertukaran dosen dan mahasiswa, kerja sama ilmiah dan penyelenggaraan seminar serta lokakarnya ilmiah bersama di bidang riset teknik, kimia, minyak dan gas termasuk isi dari MoU tersebut.

Sementara itu, Ahmad Fauzi Ismail menandaskan, penyelenggaraan konferensi minyak, gas dan petrokimia Universitas Teluk Persia Iran telah memperlihatkan kapasitas universitas itu untuk melakukan kajian ilmiah di bidang energi dan lingkungan hidup di kawasan.

Pada Oktober lalu, Institut Material dan Energi Iran dan Universiti Teknologi Malaysia telah menandatangani sebuah MoU untuk melaksanakan proyek riset bersama guna menemukan akar penyebab polusi udara di ibukota kedua negara serta mencarikan cara untuk mengatasinya.

Iran Capai Kemajuan Pesat di Bidang Medis

Sekretaris Kongres Endourology dan Eurolaparascopy (Urologi) ke-10 Iran, mengabarkan pelaksanaan operasi bedah ginjal paling mutakhir dengan menggunakan peralatan tercanggih di negara ini. Mohammed Hossein Soltani di sela-sela kongres ini pada hari Kamis (15/11/2018) menuturkan, peringkat pertama bedah laparaskopi dan urologi Timur Tengah dipegang oleh para pakar Iran dan pusat pendidikan endourology terbesar di kawasan berada di Iran.

"Beberapa teknik endourology Iran tercatat dalam buku-buku referensi dunia dan 15 kasus tercatat di buku-buku rujukan Amerika Serikat atas nama pakar Iran," tambahnya.

Endourology adalah salah satu cabang subspesialis urologi yang dilakukan dengan metode baru dan non-bedah terbuka serta sayatan-sayatan lebih kecil dari satu sentimeter. Sementara Laparoskopi adalah sebuah teknik melihat ke dalam perut tanpa melakukan pembedahan besar, walaupun awalnya adalah prosedur ginekologi, laparoskopi semakin sering digunakan dalam pembedahan cabang lain.

Lembaga-lembaga sains internasional mengakui kemajuan cepat Iran di bidang ilmu pengetahuan pasca Revolusi Islam. Negara ini telah melakukan investasi di bidang teknologi strategis, termasuk bio-teknologi, teknologi nano, kedokteran, tanaman obat, dan energi terbarukan.

Di bidang medis, Ketua Asosiasi Genetika Iran, Mahmoud Tolaie menjelaskan mengenai percepatan kemajuan Iran di bidang ilmu genetika. Tolaie mengatakan, Iran berada di posisi pertama di Timur Tengah dan menempati ranking 14 hingga 17 di dunia di bidang genetika.

Institut Riset Royan, Iran berhasil memproduksi partikel subatomik yang bermanfaat untuk mengobati kanker payudara pada wanita. Kanker merupakan salah satu penyakit paling ganas di abad ini, dan kanker payudara adalah yang paling banyak menyerang kaum hawa.

Para peneliti sejak lama berusaha menemukan sebuah mekanisme untuk mengontrol dan menyembuhkan berbagai jenis kanker. Penggunaan partikel subatomik polimer merupakan salah satu metode kontrol dan pengobatan kanker. Partikel subatomik ini dibuat menyerupai kantung yang berisi obat, racun pembunuh sel kanker dan yang lainnya. (RM)