Parlemen Lebanon: Intervensi Asing Jegal Pembentukan Kabinet
Utusan khusus Ketua Parlemen Lebanon, Ayub Hamid menilai intervensi asing beberapa negara mencegah pembentukan pemerintahan baru Lebanon dan memicu perselisihan di negaranya.
Ayub Hamid hari Selasa (10/8/2021) mengatakan bahwa Saad Hariri melakukan upaya besar untuk membentuk pemerintahan, tetapi gagal mendapatkan dukungan dari semua kelompok dan faksi Lebanon.
“Setelah Hariri, Najib Mikati mengemban tanggung jawab membentuk pemerintahan dengan pandangan baru dan berbeda. Kami bekerja untuk keberhasilannya, dan berharap akan ada perbedaan di beberapa kementerian, terutama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian kehakiman," ujar Ayub Hamid.
"Banyak negara asing memperburuk masalah Lebanon dengan mencampuri dan memaksakan kehendak mereka serta mencegah pembentukan pemerintahan baru. Prancis termasuk salah satu negara yang memicu perselisihan internal di Lebanon," tegasnya.
Di sisi lain, utusan khusus ketua parlemen Lebanon mengatakan, "Republik Islam Iran selalu jujur kepada rakyat dan pemerintah Lebanon. Iran selama ini memainkan peran pendukung dalam krisis baru-baru ini, dan kami sangat menghargainya,".
Saad Al-Hariri mengumumkan pengunduran dirinya dari pembentukan kabinet setelah Presiden Lebanon Michel Aoun tidak menyetujui usulannya.
Situasi politik dan ekonomi di Lebanon sangat kritis, dan jatuhnya nilai lira terhadap dolar, bersama dengan kekosongan pemerintah telah menciptakan kondisi yang rumit bagi Lebanon.(PH)