Pejabat Israel: Trump-Biden Tak Punya Opsi Militer untuk Iran
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i109008-pejabat_israel_trump_biden_tak_punya_opsi_militer_untuk_iran
Penasihat mantan Perdana Menteri rezim Zionis Israel percaya bahwa Tel Aviv tidak boleh mencampuri perundingan nuklir JCPOA tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat, tapi ia juga meminta Washington berkomitmen terkait perundingan ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 15, 2021 13:18 Asia/Jakarta
  • Yakoov Amidror, Israel
    Yakoov Amidror, Israel

Penasihat mantan Perdana Menteri rezim Zionis Israel percaya bahwa Tel Aviv tidak boleh mencampuri perundingan nuklir JCPOA tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat, tapi ia juga meminta Washington berkomitmen terkait perundingan ini.

Yaakov Amidror, yang pernah menjabat sebagai penasihat keamanan dalam negeri Israel di masa PM Benjamin Netanyahu itu, Senin (15/11/2021) mengulang kembali klaim bahwa program nuklir Iran berdimensi militer.
 
Menurutnya, setelah beberapa bulan Iran membuat bingung para juru runding AS, di akhir November 2021, Iran memutuskan untuk kembali ke perundingan nuklir.
 
Amidror menambahkan, "Kembalinya Iran ke perundingan Wina dilakukan tanpa syarat apa pun, berbeda dengan sikap yang diambil sebelumnya. Oleh karena itu keunggulan Iran adalah persetujuan tegas AS untuk kembali ke perundingan."
 
"Selain itu, Iran menunda perundingan nuklir karena menyadari bahwa opsi militer tidak pernah disampaikan di pemerintahan AS sekarang di bawah Presiden Joe Biden, tidak juga di pemerintahan sebelumnya di bawah Donald Trump. Tidak adanya opsi militer AS terhadap Iran adalah titik terlemah yang dirasakan Iran saat AS keluar dari JCPOA," paparnya. (HS)