Trump Akui Zionis Dibenci, Namun Tetap Mendukung
https://parstoday.ir/id/news/world-i188672-trump_akui_zionis_dibenci_namun_tetap_mendukung
 Pars Today - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam pesan yang mendukung rezim Zionis, pada saat yang sama mengakui bahwa rezim ini dibenci di kawasan dan dunia.
(last modified 2026-04-19T04:34:13+00:00 )
Apr 19, 2026 11:31 Asia/Jakarta
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 Pars Today - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam pesan yang mendukung rezim Zionis, pada saat yang sama mengakui bahwa rezim ini dibenci di kawasan dan dunia.

Melaporkan dari IRNA, Presiden AS, Sabtu malam waktu setempat (18/4/2026), di platform Truth Social, menyebut rezim Zionis sebagai "sekutu besar" bagi Amerika Serikat.

Dengan mengakui kebencian terhadap rezim Zionis, Trump mengatakan, "Baik orang-orang menyukai Israel atau tidak, mereka telah membuktikan diri sebagai sekutu besar bagi Amerika Serikat."

Presiden AS mengklaim, "Mereka berani, pemberani, setia, dan cerdas."

Kemarahan pada Sekutu Lain

Dalam memuji rezim Zionis, Trump kembali meluapkan kemarahannya pada sekutu Washington lainnya. "Tidak seperti yang lain yang telah menunjukkan jati diri mereka di saat konflik dan tekanan, Israel bertempur dengan keras dan tahu cara menang!" ujarnya.

Dalam perang 40 hari Ramadan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran, banyak sekutu AS, termasuk NATO, tidak bersedia berpartisipasi dalam kejahatan perang ini.

Presiden AS sangat mengkritik ketidaksediaan negara-negara anggota NATO, termasuk Inggris dan Spanyol, untuk berpartisipasi dalam agresi terhadap Iran. Ia menyebut mereka "pengecut".

Dukungan Dua Partai terhadap Zionis Mulai Runtuh

Guardian sebelumnya melaporkan bahwa dukungan bipartisan AS terhadap hubungan khusus dengan rezim Zionis mulai runtuh. Kelanjutan bantuan militer AS untuk Israel terancam.

Laporan Guardian menyatakan bahwa konflik Israel di Timur Tengah telah mengubah secara fundamental opini publik AS, mengancam konsensus bipartisan yang telah berlangsung selama beberapa dekade dalam mendukung bantuan militer untuk Israel.

Survei: Dukungan Publik AS Menurun

Berdasarkan laporan ini, hasil survei terbaru menunjukkan bahwa dukungan publik di AS untuk pengiriman bantuan militer besar-besaran ke rezim Zionis telah menurun setelah bertahun-tahun perang dan meningkatnya korban sipil.

Laporan Guardian menambahkan bahwa penurunan dukungan ini terutama terlihat di kalangan muda dan pemilih independen. Perubahan opini publik ini bahkan telah menyebabkan keraguan di antara sejumlah legislator yang sebelumnya menjadi pendukung gigih kebijakan dukungan militer untuk Israel.

Senator AS: Netanyahu Hancurkan Sifat Bipartisan

Di akhir laporan disebutkan bahwa Senator AS Ruben Gallego, yang meskipun sebelumnya mendukung penjualan senjata ofensif ke Israel, kini berbalik menjadi salah satu penentang paling vokal, menyatakan bahwa Benjamin Netanyahu, dengan tindakannya, sedang menghancurkan sifat bipartisan dari dukungan terhadap Tel Aviv di Amerika Serikat.

Jadi, Trump mengakui sendiri bahwa Israel itu dibenci. Namun  ia tetap mendukungnya, bahkan menyebut mereka "berani, pemberani, setia, dan cerdas." Di saat yang sama, ia menyebut sekutu NATO-nya sendiri "pengecut" karena tidak ikut menyerang Iran.

Namun, rakyat Amerika mulai sadar. Dukungan bipartisan yang selama puluhan tahun menjadi tameng Israel di Kongres kini retak. Genosida di Gaza, korban sipil yang terus berjatuhan, dan perang tak berkesudahan, semua mulai dipertanyakan.

Bahkan senator yang dulu pro-Israel sekarang berbalik. Dan Netanyahu disebut sebagai biang keretakan itu. Ironis: sekutu setia AS, justru menjadi alasan mengapa dukungan terhadapnya mulai luntur.(sl)