Harapan Damai vs Realitas Energi: Pasar Global Dalam Dilema
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190738-harapan_damai_vs_realitas_energi_pasar_global_dalam_dilema
Pars Today - Pasar energi global pekan lalu mengalami salah satu periode paling paradoks dalam sejarahnya: masa ketika berita sempat mengalahkan realitas pasar untuk sesaat, sebelum fakta fundamental kembali mengambil kendali.
(last modified 2026-06-01T06:33:33+00:00 )
Jun 01, 2026 13:31 Asia/Jakarta
  • Pompa minyak mentah
    Pompa minyak mentah

Pars Today - Pasar energi global pekan lalu mengalami salah satu periode paling paradoks dalam sejarahnya: masa ketika berita sempat mengalahkan realitas pasar untuk sesaat, sebelum fakta fundamental kembali mengambil kendali.

Melansir IRNA, 1 Juni 2026, Mehrad Abad, analis pasar minyak dan energi, menyatakan bahwa dalam seminggu terakhir, pasar energi dunia diwarnai dua narasi yang saling bertolak belakang.

"Di satu sisi, harga minyak mentah anjlok akibat spekulasi kesepakatan Iran-AS. Di sisi lain, pasar gas alam dan batu bara justru melaju naik dengan dinamika independen."

Tiga Pasar, Tiga Nasib Berbeda

Minyak Mentah: Turun ~10% (sementara). Ini karena euforia politik terkait isu gencatan senjata 60 hari Iran-AS, premi risiko transportasi turun.

Gas Alam (LNG): Naik 6-11% (Eropa & Asia). Disebabkan perawatan terminal ekspor Qatar, penurunan ekspor AS, pemogokan di Australia dan gangguan Teluk Persia.

Batu Bara: Naik 2,5%. Hal ini dikarenakan substitusi murah saat krisis gas, di mana Tiongkok dan India tingkatkan konsumsi meski di luar musim puncak.

Pernyataan Kunci Mehrad Abad

Tentang Minyak: "Harapan vs Fakta"

"Di balik layar, gangguan logistik di Selat Hormuz dan Teluk Persia masih berlanjut. Produksi minyak dunia turun signifikan. Cadangan strategis AS dan negara produsen lain berada di ambang level terendah historis."

"CEO ExxonMobil memperingatkan: jika pasokan energi tidak pulih dalam beberapa pekan ke depan, harga minyak bisa melonjak ke kisaran 150-160 dolar AS, terlepas dari berita gencatan senjata apa pun."

Tentang Gas: "Pasokan Terjepit, Harga Naik"

"Pelanggan Eropa dan Asia terpaksa membayar premi lebih tinggi untuk mengisi gudang menjelang musim panas. Ini bukan sekadar spekulasi, ini kebutuhan riil."

Tentang Batu Bara: "Pahlawan Darurat"

"Kenaikan harga terjadi di musim yang biasanya sepi permintaan. Namun, pembangkit listrik Tiongkok dan India beralih ke batu bara karena kelangkaan gas dan minyak."

Proyeksi Pekan Depan: Tiga Skenario

Skenario 1: Kesepakatan Final + Jalur Teluk Lancar

   → Penurunan harga jangka pendek

   → Potensi kembali ke level pra-perang dalam beberapa bulan

Skenario 2: Negosiasi Berlarut + Status Quo "Tidak Perang, Tidak Damai"

   → Kenaikan harga bertahap

   → Pasar tetap tegang, investor waspada

Skenario 3: Eskalasi Konflik Bersenjata di Kawasan

   → Lonjakan harga drastis

   → Ambang toleransi pasar sudah menipis: respons akan lebih tajam

Pasar energi tidak bergerak hanya karena berita. Ia bergerak karena pasokan, logistik, dan kepercayaan. Dan saat ini, ketiganya sedang diuji.(Sail)