Ghalibaf: Dalam Satu Jam, Trump Melontarkan Tujuh Klaim Palsu
-
Ketua Majelis Syura Islam Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf
Pars Today - Ketua Majelis Syura Islam Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, membantah klaim Presiden AS Donald Trump dan menegaskan bahwa mereka tidak akan memenangkan perang dengan kebohongan, dan juga tidak akan mencapai hasil apa pun dalam negosiasi.
Melaporkan dari IRNA, Ghalibaf, Sabtu dini hari, 18 April 2026, menulis di X, "Presiden AS melontarkan tujuh klaim dalam satu jam, semuanya adalah kebohongan."
Ketua Parlemen Iran menegaskan, "Mereka tidak menang dalam perang dengan kebohongan ini, dan pasti tidak akan mencapai hasil apa pun dalam negosiasi."
"Hormuz Tak Akan Dibuka di Bawah Blokade"
Ghalibaf juga menyatakan, "Dengan berlanjutnya blokade, Selat Hormuz tidak akan dibuka." Ia menambahkan bahwa lalu lintas di Selat Hormuz akan dilakukan sesuai "jalur yang ditentukan" dan dengan "izin Iran".
"Terbuka atau tertutupnya selat serta aturan yang mengaturnya ditentukan oleh medan perang, bukan media sosial," tegasnya.
Perang Media dan Rekayasa Opini Publik
Dalam bagian lain pesannya, Ketua Majelis menulis bahwa perang media dan rekayasa opini publik adalah bagian penting dari peperangan, dan bangsa Iran tidak akan terpengaruh oleh taktik sulap ini. "Berita negosiasi yang nyata dan akurat dapat dibaca dalam wawancara terbaru juru bicara Kementerian Luar Negeri."
Baghaei: Tak Pernah Ada Opsi Transfer Bahan Diperkaya Iran ke AS
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam wawancara khusus dengan IRIB, Jumat malam, membantah klaim Trump dan menyatakan bahwa pemindahan bahan yang diperkaya Iran ke AS tidak pernah menjadi opsi.
Ia juga mengatakan bahwa pembukaan atau penutupan Selat Hormuz tidak terjadi di ruang maya. "Medanlah yang menentukannya, dan pasti angkatan bersenjata kita tahu bagaimana merespons setiap tindakan dari pihak lawan."
Komando AL IRGC: Aturan Baru Berlaku di Hormuz
Komando Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam pada hari Jumat mengumumkan bahwa tatanan baru telah berlaku di Selat Hormuz. Kapal-kapal non-militer hanya dapat melintas melalui jalur yang ditentukan Iran, sementara lalu lintas kapal militer melalui selat tetap dilarang.
Komando tersebut menambahkan bahwa pelintasan hanya dapat dilakukan dengan izin Angkatan Laut IRGC, dan ini sejalan dengan kesepakatan selama masa jeda pertempuran, serta setelah gencatan senjata di Lebanon.(sl)