Iravani: Satu-satunya Solusi Hormuz, Akhiri Perang dan Blokade Laut
-
Amir Saeed Iravani, Duta Besar dan dan Wakil Tetap Iran untuk PBB
Pars Today - Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB, menanggapi rancangan resolusi anti-Iran yang diajukan AS dan sejumlah negara Arab tentang Selat Hormuz, dan menyatakan bahwa satu-satunya solusi yang berkelanjutan untuk Hormuz adalah mengakhiri perang secara permanen, mencabut blokade laut, dan memulihkan lalu lintas normal.
Dilansir Pars Today, Amir Saeed Iravani, Duta Besar dan dan Wakil Tetap Iran untuk PBB, pada konferensi pers di markas PBB, Kamis (7/5), mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Bahrain telah mengajukan rancangan resolusi yang sangat cacat, sepihak, dan bermotif politik tentang status Selat Hormuz dan sekitarnya.
Iravani menambahkan bahwa mereka mengklaim tindakan mereka bertujuan melindungi kebebasan navigasi di Hormuz, seraya melontarkan tuduhan tidak berdasar terhadap Iran, tetapi fakta di lapangan membuktikan sebaliknya.
Dubes Iran untuk PBB mengatakan bahwa tindakan AS bertentangan dengan tujuan yang dicanangkan dan hanya meningkatkan ketegangan serta memperdalam ketidakstabilan di kawasan.
Iravani menegaskan bahwa posisi Iran jelas: satu-satunya solusi berkelanjutan untuk Hormuz adalah mengakhiri perang secara permanen, mencabut blokade laut, dan memulihkan lalu lintas normal. Ironisnya, AS dengan kedok "kebebasan navigasi" justru memajukan rancangan resolusi cacat dan bermotif politik di Dewan Keamanan untuk mendorong agenda politiknya sendiri dan melegitimasi tindakannya yang ilegal, bukannya menyelesaikan krisis.
Ia melanjutkan bahwa rancangan resolusi ini tidak bertujuan mendukung pelayaran internasional. Tujuan sebenarnya adalah melegitimasi tindakan ilegal AS terhadap Iran di Teluk Persia dan Selat Hormuz, termasuk blokade lautnya yang ilegal.
Perwakilan Iran di PBB menegaskan bahwa rancangan resolusi ini dengan sengaja menyajikan narasi yang selektif dan menyimpang, sehingga tidak memiliki netralitas dan kredibilitas yang diperlukan untuk tindakan Dewan Keamanan.
Jauh dari upaya penyelesaian krisis, Iran menilai resolusi yang digagas AS-Bahrain di DK PBB hanya kedok politik untuk membenarkan agresi dan blokade ilegal. Tehran dengan tegas mengingatkan bahwa kunci Hormuz sejati bukanlah tekanan diplomatik, melainkan langkah konkret untuk menghentikan perang hanya membuka blokade. Selama agenda politik ini terus bergulir di New York, kapal-kapal di Teluk Persia akan tetap terdampar menunggu penyelesaian yang nyata, bukan sekadar resolusi.(Sail)