Swis Peringatkan Perang Iran Bisa Kosongkan Cadangan Gas Eropa
-
Swis
Pars Today - Pemerintah Swis memperingatkan bahwa kelanjutan perang terhadap Iran dan gangguan alur kapal di Selat Hormuz berpotensi menyebabkan cadangan gas Eropa menjadi kosong.
Dilansir IRNA dari RIA Novosti, 8 Mei 2026, pemerintah Swis dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa mengingat tingkat cadangan gas yang relatif rendah di Eropa dan dampak perang terhadap harga gas, ketidakpastian tetap ada mengenai seberapa penuh cadangan gas dapat diisi hingga musim dingin tiba.
Berdasarkan pernyataan tersebut, sejak Maret, perang terhadap Iran dan penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan lonjakan signifikan pada harga gas dan listrik di pasar Eropa. Jika Selat Hormuz tetap tertutup, kelangkaan pasokan dapat terjadi.
Agresi AS dan rezim Zionis terhadap Iran pada 28 Februari 2026 mengakibatkan gangguan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Gangguan di jalur perairan strategis internasional ini telah menyebabkan kelangkaan bahan bakar, energi, dan sejumlah komoditas lainnya, seperti pupuk kimia, di seluruh dunia.
Banyak negara, termasuk Uni Eropa, telah mewajibkan karyawan sektor publik dan swasta untuk bekerja jarak jauh guna mengurangi dampak krisis energi.
Swis, negara netral yang dikenal dengan peringatan faktual dan data-driven-nya, kini angkat bicara: jika perang berlanjut, cadangan gas Eropa yang tersisa saat ini kemungkinan tidak akan cukup untuk musim dingin mendatang. Kerja jarak jauh bukan lagi sekadar kebijakan opsional, tetapi keharusan. Perang yang dimulai untuk "mengamankan" justru membuat Eropa kedinginan secara ekonomi dan energi.(Sail)