PM Prancis Kecam Keras, Desak UE Ambil Tindakan "Kuat" Lawan Israel
https://parstoday.ir/id/news/world-i190472-pm_prancis_kecam_keras_desak_ue_ambil_tindakan_kuat_lawan_israel
Pars Today - Perdana Menteri Prancis, menyusul serangan rezim Zionis terhadap Armada Global Sumud, menyerukan tindakan tegas dari Uni Eropa terhadap rezim tersebut.
(last modified 2026-05-28T03:48:31+00:00 )
May 28, 2026 10:45 Asia/Jakarta
  • Sebastien Lecornu, Perdana Menteri Prancis
    Sebastien Lecornu, Perdana Menteri Prancis

Pars Today - Perdana Menteri Prancis, menyusul serangan rezim Zionis terhadap Armada Global Sumud, menyerukan tindakan tegas dari Uni Eropa terhadap rezim tersebut.

Dilansir Pars Today,  27 Mei 2026, Sebastien Lecornu, berbicara di Majelis Nasional Prancis, hari Rabu (27/5), menyatakan perlunya tindakan lebih lanjut terhadap Tel Aviv melalui penerapan sanksi di tingkat UE.

"Tidak dapat diterima bahwa sebuah negara seperti Prancis, dengan instrumen negara hukum dan kepatuhan penuh terhadap hukum internasional, tidak merespons tindakan Tel Aviv," tegasnya.

Lecornu menambahkan, "Ketika orang lain tidak menghormati hukum, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mematuhi hukum."

Serangan itu terjadi pada hari Senin (18/5), ketika pasukan angkatan laut Zionis menghentikan kapal-kapal Armada Sumud di perairan internasional, menahan semua aktivis yang berada di dalamnya.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, merilis video berdurasi satu menit yang memperlihatkan adegan penghinaan dan kekejaman terhadap para tahanan.

Video tersebut memicu kemarahan di seluruh dunia. Sejumlah negara, termasuk Spanyol, Kanada, Belanda, Prancis, Italia, Belgia, Selandia Baru, Portugal, dan Australia, telah memanggil duta besar atau perwakilan rezim Zionis untuk memprotes tindakan tersebut.

Sebelumnya, Prancis telah menjatuhkan sanksi terhadap Ben-Gvir, melarang menteri ekstremis itu memasuki wilayah Prancis.

Prancis kini menyerukan tindakan kolektif UE. Tekanan diplomatik terus meningkat. Insiden Armada Sumud mungkin telah menjadi titik balik, mengubah kemarahan bilateral menjadi dorongan terkoordinasi untuk mengisolasi Israel secara ekonomi dan politik di tingkat Eropa

Ben-Gvir merekam aksinya untuk pamer. Video itu berakhir sebagai bukti di pengadilan opini publik. Kini, Paris tidak hanya memanggil duta besar, tetapi juga mengajak seluruh Eropa untuk mengambil sikap. Sebentar lagi, para menteri Israel mungkin hanya bisa masuk Eropa dengan visa turis pun kalau tidak ditolak. Inilah senjata makan tuan: kebiadaban yang difilmkan sendiri.(Sail)