Rahasia Shahab Saqeb, Senjata Anti-Pesawat Iran yang Mematikan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189562-rahasia_shahab_saqeb_senjata_anti_pesawat_iran_yang_mematikan
Pars Today - Keamanan udara merupakan salah satu komponen kunci dalam menegakkan stabilitas keamanan berkelanjutan di perbatasan Iran. Sebagai salah satu pilar utama pertahanan nasional, Angkatan Pertahanan Udara Iran kini dilengkapi dengan peralatan buatan dalam negeri yang sepenuhnya dikembangkan oleh ahli lokal untuk memantau wilayah kedaulatan.
(last modified 2026-05-06T17:01:46+00:00 )
May 06, 2026 23:58 Asia/Jakarta
  • Rudal antipesawat Shahab Saqeb
    Rudal antipesawat Shahab Saqeb

Pars Today - Keamanan udara merupakan salah satu komponen kunci dalam menegakkan stabilitas keamanan berkelanjutan di perbatasan Iran. Sebagai salah satu pilar utama pertahanan nasional, Angkatan Pertahanan Udara Iran kini dilengkapi dengan peralatan buatan dalam negeri yang sepenuhnya dikembangkan oleh ahli lokal untuk memantau wilayah kedaulatan.

Menurut laporan Pars Today, 6 Mei 2026, dalam tahun-tahun terakhir, industri pertahanan Republik Islam Iran telah meraih pencapaian signifikan dalam perancangan dan produksi berbagai sistem pertahanan udara. Saat ini, unit-unit pertahanan udara Iran mengoperasikan beragam sistem rudal untuk melindungi langit tanah air.

Pencapaian ini mencakup berbagai jenis sistem radar, sistem rudal, serta sistem deteksi, pemandu, dan kendali pertahanan udara, semuanya dirancang dan diproduksi oleh pakar domestik, dan kini telah dioperasikan oleh unit pertahanan udara angkatan bersenjata Iran. Senjata utama dalam kategori sistem pertahanan udara darat adalah rudal permukaan-ke-udara, yang menggantikan meriam anti-pesawat untuk pertempuran pada jarak lebih dari beberapa kilometer.

Salah satu pencapaian penting Angkatan Pertahanan Udara adalah produksi rudal pertahanan udara ketinggian rendah Shahab Saqeb, yang dilengkapi dengan sistem pemandu radar.

Sekilas Tentang Shahab Saqeb

Rudal pertahanan udara Shahab Saqeb merupakan salah satu capaian industri pertahanan Iran dalam kerangka Proyek Ya Zahra. Rudal ini dirancang untuk menghancurkan sasaran ketinggian rendah dan menggunakan sistem pemandu radio line-of-sight.

Shahab Saqeb memiliki spesifikasi sebagai berikut: panjang 2,93 meter, diameter 154 milimeter, berat 84 kilogram, kecepatan 740 meter per detik, serta jangkauan 500–8.600 meter terhadap sasaran berkecepatan 400 meter per detik (1,17 Mach pada ketinggian rendah dan suhu 25°C). Jangkauannya mencapai 10 kilometer terhadap sasaran berkecepatan 300 meter per detik (0,88 Mach dalam kondisi serupa), dan 11 kilometer untuk target helikopter.

Rudal ini mampu mengincar sasaran dengan ketinggian terbang maksimal 5.500 meter dan kecepatan hingga 440 meter per detik (1,3 Mach). Batas kecepatan target 1,3 Mach mencakup spektrum sasaran yang sangat luas; bahkan sebagian besar pesawat tempur dalam konfigurasi muatan penuh tidak mencapai kecepatan tersebut pada ketinggian rendah. Bila terbang lebih tinggi, mereka akan masuk dalam jangkauan sistem pertahanan udara lainnya.

Shahab Saqeb dapat diluncurkan dari sistem pertahanan udara Ya Zahra as dan Hirz Nohom. Selain itu, drone jet Karrar juga dipersenjatai rudal ini untuk menghadapi target udara, mengubah fungsinya menjadi rudal udara-ke-udara.

Dalam konfigurasi ini, Shahab Saqeb dilengkapi pencari optik-termal yang mampu mengunci sasaran udara musuh. Perbedaan utama antara varian yang dipasang pada jet Karrar dengan versi darat terletak pada sistem pemandu: varian darat menggunakan pemandu radio, sementara varian udara mengadopsi sistem pemandu pencari panas.

Fitur Utama

Perbedaan antara rudal Shahab Saqeb dan sistem pertahanan udara Tiongkok FM-80 yang juga dioperasikan militer Iran tampaknya terletak pada jenis sistem radar, meskipun karakteristik rudalnya sendiri cukup serupa.

Secara umum, probabilitas Shahab Saqeb menghantam target mencapai 86–90 persen untuk satu rudal, dan meningkat menjadi 96 persen bila dua rudal diluncurkan. Hulu ledak rudal ini diperkirakan berbobot sekitar 14 kilogram dengan daya ledak tinggi.

Rudal ini memiliki bodi silindris, sistem kendali tipe canard (sayap depan), serta sayap berbentuk trapesium terpotong di bagian ekor. Keberadaan sayap depan meningkatkan responsivitas rudal terhadap perintah kendali, fitur yang sangat ideal untuk rudal pertahanan udara. Sebagian sayap belakang dapat dilipat agar muat dalam kapsul peluncur berdiameter lebih kecil.

Shahab Saqeb mampu melakukan manuver hingga 25G, cukup untuk menghadapi pesawat tempur konvensional. Kombinasi kemampuan manuver tinggi dengan fitur proximity fuse (sumbu kedekatan) memaksimalkan efek hulu ledak bahkan bila tidak terjadi tumbukan langsung.

Rudal ini menggunakan proximity fuse inframerah dengan jendela kaca di dekat hidung yang menyaring radiasi inframerah intens, hanya meneruskan sinyal normal ke sensor. Fuse inframerah ini memanfaatkan efek Doppler untuk pelacakan target yang lebih presisi, memungkinkan engagement terhadap sasaran hingga ketinggian beberapa meter di atas permukaan air.

Berdasarkan data tersedia, motor roket bahan bakar padat satu tahap yang menjadi basis pengembangan Shahab Saqeb dari rudal Crotale, membakar bahan bakar selama 2,2–2,7 detik. Rudal menghabiskan 5 persen waktu terbang pada kecepatan subsonik, 50 persen pada fase transonik (0,8–1+ Mach), dan 45 persen pada kecepatan supersonik hingga 2,3 Mach. Pola serupa diperkirakan berlaku untuk Shahab Saqeb, dengan total waktu tempuh sekitar 10 detik untuk mencapai jangkauan 8 kilometer.

Oleh karena itu, desain bodi rudal ini dioptimalkan untuk meminimalkan hambatan aerodinamis (drag) pada kecepatan supersonik. Ciri-cirinya meliputi rasio panjang-diameter tinggi, hidung runcing, bodi yang menyempit di ekor (boat-tail), serta profil sayap depan berbentuk baji dan sayap belakang simetris melengkung. Bahan bakar padat yang digunakan bersifat smokeless, sehingga jejak peluncuran sulit terdeteksi musuh, memberikan efek kejutan dan mempersingkat waktu reaksi lawan.(Sail)