Mengapa Ansarullah Tolak Hadiri Pertemuan P-GCC di Riyadh ?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i117390-mengapa_ansarullah_tolak_hadiri_pertemuan_p_gcc_di_riyadh
Ansarullah Yaman menolak permintaan dari Dewan Kerja Sama Teluk Persia (P-GCC) untuk menghadiri pertemuan di Riyadh.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 18, 2022 13:16 Asia/Jakarta

Ansarullah Yaman menolak permintaan dari Dewan Kerja Sama Teluk Persia (P-GCC) untuk menghadiri pertemuan di Riyadh.

Tujuh tahun berlalu sejak Saudi pertama kali mengobarkan perang di Yaman. Sejak awal, rezim Al Saud yang mengira akan memenangkan perang dalam jangka pendek, saat ini terjebak di rawa perang Yaman. Perang tersebut menguras biaya ekonomi yang sangat besar bagi Arab Saudi. Pada saat yang sama, kredibilitas militer dan politik Arab Saudi juga dipertanyakan akibat perpanjangan perang, karena belum mampu menang melawan negara Arab tetangganya yang miskin dan lemah secara militer.

Sejauh ini, beberapa upaya telah dilakukan untuk mengakhiri perang, terutama oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi tidak satu pun dari upaya tersebut yang berhasil. Salah satu penyebab kegagalan strategi untuk mengakhiri krisis Yaman adalah tidak adanya pengakuan terhadap Ansarullah dan Pemerintahan Penyelamatan Nasional Yaman oleh Riyadh.

Pada saat yang sama, Arab Saudi menganggap partisipasi Ansarullah dalam struktur kekuasaan Yaman tidak sejalan dengan kepentingannya. Namun, beberapa pemimpin negara Arab di Dewan Kerja Sama Teluk Persia baru-baru ini mengumumkan untuk mengundang pihak-pihak yang terlibat dalam konflik Yaman dalam pertemuan di Arab Saudi. Berita itu disambut dengan reaksi penolakan dari Ansarullah dan pejabat Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman.

Tampaknya, penolakan ini memiliki beberapa alasan. Pertama, Dewan Kerja Sama Teluk Persia (P-GCC) belum menjadi pemain netral dalam krisis Yaman, tetapi selalu berpihak pada kubu Abd Rabbuh Mansur Hadi yang didukung Arab Saudi dan sekutunya, terutama Uni Emirat Arab (UEA). Oleh karena itu, Dewan Kerja Sama Teluk Persia pada dasarnya hanya perpanjangan tangan dari kepentingan Arab Saudi dan UEA, dan tidak dapat merepresentasikan pihak-pihak yang terlibat konflik di Yaman.

Kedua, pemilihan Riyadh sebagai tempat pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk Persia yang akan mengundang Ansarullah, jelas dilakukan di tempat yang tidak netral, karena Arab Saudi bagian dari aktor yang menjadi penyebab krisis Yaman itu sendiri.

 

P-GCC

 

Dalam hal ini, Mohammad Ali al-Houthi, anggota senior biro politik gerakan Ansarullah Yaman menyampaikan poin penting dengan mengatakan, "Apa yang dikatakan di media tentang undangan Dewan Kerja Sama Teluk [Persia] untuk berbicara, pada kenyataannya mewakili permintaan Riyadh. Padahal Arab Saudi sendiri adalah pihak yang berperang, bukan mediator."

Pandangan senada ditegaskan Menteri luar negeri Yaman, Hisham Sharaf yang mengungkapkan, "Dewan Kerja Sama Teluk [Persia], Abu Dhabi dan Riyadh, yang menjadi tuan rumah pertemuan ini, adalah penyebab utama perang dan blokade Yaman. Maka tidak rasional untuk menengahi krisis ini,".

Posisi Ansarullah dan Pemerintahan Penyelamatan Nasional Yaman menolak undangan Riyadh untuk menghadiri pertemuan Dewan Kerja Teluk Persia sebagai sikap yang rasional, karena negosiasi akan membuahkan hasil bila ada kemauan untuk meredam krisis dari kedua pihak. Sebab, ketika koalisi Saudi terus melakukan pengeboman dan blokade Yaman setiap hari, maka setiap pembicaraan apapun akan sia-sia belaka.

Sebagaimana ditegaskan Menlu Yaman, "Arab Saudi dan UEA harus membuka kembali bandara Sanaa, mengurangi blokade untuk memasok produk minyak dan gas, serta menghentikan serangan terhadap Yaman sebelum dilakukan penyelesaian politik apa pun". (PH)