Pangeran Saudi Jadi Bandar Narkoba di Timur Tengah
Peningkatan penggunaan narkoba di Arab Saudi tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan siginifikan para pangeran negara ini dalam memasok narkoba.
Hampir tidak ada negara yang aman dari bencana narkoba dan perdagangan manusia, tetapi apa yang telah membedakan Arab Saudi dengan negara lain di Timur Tengah adalah keterlibatan pangeran dan pejabat resmi kerajaan Saudi dalam mengekspor dan mengimpor barang haram ini ke negaranya sendiri.
Situs Al Khaleej Al Jadid hari Sabtu (12/11/2022) melaporkan Arab Saudi menyumbang lebih dari 25 persen kasus dari penyitaan obat amfetamin di seluruh dunia antara tahun 2015 hingga 2019, yang melibatkan anggota keluarga kerajaan dan pasukan keamanan Saudi dalam distribusinya.
Menurut perkiraan resmi yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, jumlah pecandu narkoba di negara itu telah mencapai 200.000 orang.
Arab Saudi adalah konsumen narkoba terbesar ketiga di dunia, dan konsumen terbesar di Asia Barat.
Konsumsi narkotika, terutama di kalangan pria dan wanita muda berusia 18 hingga 19 tahun, meningkat di daerah perkotaan Arab Saudi, dan lebih dari 60 persen pecandu narkoba di negara ini termasuk dalam kelompok usia tersebut. (PH)