Ansarullah: Kedaulatan Yaman tidak Dapat Dinegosiasikan
-
Mohamad al-Farah
Pars Today – Mohammad al-Farah, dengan menekankan tekad Yaman untuk memecahkan blokade, mengatakan bahwa kedaulatan dan hak-hak Yaman tidak dapat ditawar dan akan kami rebut kembali.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, Mohammad al-Farah, anggota terkemuka Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman, mengenai perkembangan terakhir di negara ini, terutama setelah agresi lancang Arab Saudi ke Bandara Sana'a dan respons balasan Yaman dengan menargetkan Bandara Abha, menyatakan bahwa desakan Sana'a untuk mengembalikan delegasi nasional dan pasien dengan penerbangan yang ditentukan dan pendaratannya di Bandara Sana'a, menegaskan komitmen Yaman terhadap hak-hak nasional dan penolakannya terhadap segala dikte asing.
Al-Farah menekankan: "Sikap Yaman ini menunjukkan kesiapannya untuk melanjutkan pemulihan hak-hak nasional dan menolak menerima solusi apa pun yang melemahkan kedaulatan atau memaksakan realitas-realitas baru."
Ia melanjutkan: "Desakan Sana'a untuk mendaratkan pesawat di wilayah Yaman, meskipun ada tantangan, menunjukkan keyakinan teguh negara ini bahwa masalah kebebasan bergerak dan kepulangan pasien serta warga yang terdampar di luar negeri adalah hak yang sah dan tidak dapat dikompromikan, dan rakyat Yaman menganggapnya sebagai bagian dari pertempuran untuk memulihkan kedaulatan dan mencabut blokade."
Anggota Gerakan Ansarullah ini mengatakan: "Pengalaman tahun-tahun sebelumnya telah menunjukkan bahwa ketika semua jalur politik dan diplomatik tertutup, merebut kembali hak-hak menjadi pilihan yang tak terelakkan, dan Sana'a telah membuktikan komitmennya terhadap hak-haknya dan ketidakinginannya untuk mundur."
Al-Farah mengkritik standar ganda Arab Saudi tentang konsep kedaulatan dan menjelaskan bahwa serangan udara Arab Saudi, bersama dengan serangan AS, Inggris, dan Israel terhadap Yaman, telah dibenarkan dengan berbagai dalih, sementara kepulangan pasien atau delegasi Yaman ke tanah air mereka dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan.
Ia menyatakan bahwa masalah kedaulatan dan hak-hak nasional adalah prinsip fundamental bagi Sana'a dan rakyat Yaman, sebuah prinsip yang tidak dapat dikompromikan, dan kelanjutan pembatasan serta tindakan yang diberlakukan terhadap Yaman tidak akan mengubah komitmennya terhadap prinsip-prinsip ini. Juga bangsa dan kepemimpinan Yaman bertekad untuk memecahkan blokade dan mengembalikan hak-hak sah mereka dengan cara apa pun.
Kemarin, Yahya Sare'e, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, dengan mengeluarkan pernyataan menyatakan bahwa musuh Saudi, dalam kelanjutan blokade zalim terhadap rakyat Yaman, dengan menggunakan pesawat tempurnya dan melakukan beberapa serangan udara, memulai agresi terang-terangan terhadap Bandara Internasional Sana'a, dan tujuannya adalah untuk menutup bandara ini bagi penerbangan kemanusiaan yang membawa pasien dan warga Yaman yang terdampar di luar negeri.
Yahya Sare'e mengatakan bahwa dalam menanggapi agresi kriminal ini, Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer terhadap Bandara Internasional Abha dengan sejumlah rudal balistik dan drone. Angkatan Bersenjata Yaman juga bertekad untuk menangkal agresi dan mencabut blokade zalim terhadap negara kami.
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman juga memperingatkan semua maskapai penerbangan tentang terbang melalui wilayah udara Saudi sampai blokade Bandara Internasional Sana'a dicabut.
Dalam hal ini, sumber-sumber terpercaya di Sana'a menekankan bahwa respons Yaman akan meningkat dan penargetan Bandara Abha akan berlanjut sampai tidak dapat digunakan lagi.
Sumber-sumber ini menekankan bahwa respons ini akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang dan sistem-sistem rudal baru mungkin akan diaktifkan selama periode ini. Demikian pula, media-media yang berafiliasi dengan pemerintah Sana'a merilis video-video serangan sebelumnya terhadap kilang-kilang minyak Saudi dan berjanji bahwa respons berikutnya "akan lebih menghancurkan, lebih keras, dan lebih kejam daripada serangan-serangan sebelumnya." (MF)