Hamas: Pertemuan Aqaba Lampu Hijau Peningkatan Kejahatan Zionis
Juru bicara gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas menekankan bahwa pertemuan keamanan Aqaba memberikan lampu hijau bagi rezim Zionis untuk meningkatkan kejahatannya terhadap Palestina.
Pertemuan Aqaba diadakan di Yordania pada hari Minggu dengan kehadiran pejabat Israel, Amerika Serikat, Mesir, Otoritas ramallah dan negara tuan rumah.
Kelompok perlawanan Palestina memandang pertemuan Aqaba digelar bukan untuk kepentingan bangsa Palestina, tetapi demi melayani kepentingan rezim Zionis.
Menurut saluran TV Al-Mayadeen, Abdul Latif Al Qanou, Juru Bicara Hamas hari Senin (27/2/2023) mengatakan, "Pertemuan Aqaba memberi Israel lampu hijau untuk melakukan lebih banyak kejahatan."
"Pasukan keamanan Nablus harus bergabung dengan bangsa kita dalam menghadapi Zionis," ujar Al Qanou.
Ia menilai perimbangan kekuatan yang diciptakan oleh Saif al-Quds masih berlaku dan rakyat Palestina bersatu menghadapi rezim Zionis.
"Karena peristiwa yang terjadi di Hawara, Jalur Gaza juga dalam kondisi siaga untuk intifada baru," tegasnya.
Juru bicara Hamas juga menekankan, "Kami tidak akan membiarkan rezim Zionis dan Nazi fasis ini melakukan kejahatan terhadap warga Palestina di bidang apa pun yang diinginkannya. Oleh karena itu, satu-satunya pilihan bangsa Palestina adalah perlawanan, dan perlawanan adalah senjata sah bangsa Palestina,".
Pada Rabu pagi, dengan dalih menangkap beberapa warga Palestina, rezim Zionis menyerbu kota Nablus di Tepi Barat dan bentrok dengan warga Palestina, yang mengakibatkan 11 warga Palestina gugur dan 102 lainnya luka-luka.(PH)