Polisi Israel Mengaku Perlakukan Warga Palestina tidak Manusiawi
Kepolisian rezim Zionis Israel mengakui tindakan-tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh penjaga perbatasan rezim itu terhadap warga Palestina.
ISNA (13/7) mengutip Palestine Today melaporkan, kepolisian Israel dalam laporannya mengakui bahwa pasukan penjaga perbatasan Israel memperlakukan warga Palestina tidak manusiawi dan dalam sejumlah kasus tindakan-tindakan tersebut dilakukan atas motif politik balas dendam atau untuk sekedar hiburan.
Dalam laporan itu, disinggung soal terlukanya seorang remaja Palestina 12 tahun bernama Ahmed Abu Homs, di Baitul Maqdis Timur akibat tembakan pasukan Israel.
Ini, katanya, adalah contoh kasus tindakan tidak manusiawi yang praktikkan oleh pasukan Israel.
Remaja Palestina tersebut sekarang kehilangan daya ingatnya dan karena itu, keluarganya mengajukan gugatan ke bidang penyelidikan polisi Israel lewat seorang pengacara Yahudi.
Baitul Maqdis yang diduduki atau wilayah Timur merupakan salah satu wilayah paling tegang di Tepi Barat. Hampir setiap hari terjadi bentrokan hebat antara polisi Israel dan warga Palestina di wilayah tersebut.
Sejumlah wilayah Palestina pendudukan sejak awal Oktober 2015 dilanda demonstrasi luas warga Palestina yang memprotes kebijakan represif Israel dan konspirasi mengganti identitas Baitul Maqdis serta membagi Masjid Al Aqsa. (HS)