Klaim Palsu Al Khalifa terhadap Iran
Kementerian Dalam Negeri Bahrain kembali melontarkan klaim-klaim palsu dan menuding Republik Islam Iran mencampuri urusan dalam negeri negara Arab itu. Kemendagri Bahrain dalam sebuah statemen mengklaim bahwa beberapa teroris yang ditangkap di negara ini memperoleh dukungan dari Iran.
Alih-alih memperhatikan tuntutan legal rakyat Bahrain, para pejabat Manama justru mengulang kembali klaim-klaim tak berdasarnya terhadap Iran dan menuduh negara ini memprovokasi protes di Bahrain serta melakukan apa yang mereka sebut sebagai langkah merusak di negara pesisir Teluk Persia ini.
Sumber-sumber Bahrain menyebutkan, ledakan sekitar dua pekan lalu di distrik al-Akar al-Sharqi di selatan Manama, ibukota Bahrain telah merenggut nyawa seorang perempuan dan melukai tiga anak.
Kemendagri Bahrain selalu mengaitkan insiden-insiden yang terjadi di negara ini dengan Iran dan para pejabat rezim Al Khalifa mengklaim bahwa Tehran memiliki hubungan dengan orang-orang yang ditangkap terkait peristiwa terbaru di selatan Manama.
Tudingan tersebut dilontarkan ketika para pejabat Tehran telah berulang kali menegaskan bahwa Iran tidak mencampuri urusan dalam negeri Bahrain. Menurut mereka, rezim Al Khalifa melontarkan klaim-klaim tak berdasar terhadap Iran untuk melarikan diri dari fakta di Bahrain dan untuk meningkatkan penindasan terhadap rakyat negara itu.
Sejak awal, Iran selalu menuntut solusi damai atas krisis Bahrain dan menyerukan kelompok-kelompok oposisi di negara itu untuk berdialog dengan pemerintah. Tuntutan sah rakyat Bahrain adalah hak setiap warga negara. Dukungan kepada orang-orang tertindas menjadi tanggung jawab agama dan kemanusiaan bagi Iran dalam kerangka kebijakan luar negerinya.
Sejak Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit menentang penindasan rezim Al Khalifa dan kebangkitan ini muncul dari dalam masyarakat Bahrain sendiri. Mereka menginginkan kebebasan, diakhirinya diskriminasi dan berdirinya pemerintahan yang demokratis.
Penindasan pemerintahan minoritas dan eksklusif rezim Al Khalifa terhadap warga Syiah Bahrain sebagai penduduk mayoritas di negara ini, merupakan penyebab utama dan kelanjutan protes di negara ini. Apa yang disebut rezim Al Khalifa sebagai gerakan merusak dan ledakan di Bahrain memiliki akar dari internal negara ini. Para pejabat Manama seharusnya mencari penyebabnya di dalam Bahrain.
Sebelumnya, berbagai laporan menyebutkan tentang upaya rezim Al Khalifa untuk meningkatkan penumpasan di Bahrain. Tindakan sabotase dan klaim tak berdasar terhadap Iran hanya sebagai dalih oleh rezim Al Khalifa untuk memperketat gerak revolusi rakyat Bahrain dan membendung gelombang protes rakyat terhadap rezim tersebut. Rezim Manama berusaha agar masyarakat internasional mendukungnya dan menganggap akar transformasi di Bahrain bersumber dari faktor luar.
Upaya rezim Al Khalifa untuk menarik dukungan internasional atas kebijakan represifnya di Bahrain ternyata tidak membawa hasil yang diinginkan. Sebab, hanya dalam kasus seperti pencabutan kewarganegaraan Sheikh Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain, kemarahan opini publik dunia terhadap rezim Al Khalifa meningkat.
Selain itu, kondisi Hak Asasi Manusia di Bahrain juga sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, klaim-klaim palsu yang dituduhkan terhadap Iran tidak akan mampu melindungi rezim Al Khalifa pada posisi yang diinginkannya. Menerima fakta yang terjadi di Bahrain dan menghormati tuntutan sah rakyat adalah opsi tunggal untuk melewati krisis yang saat ini melanda negara itu. (RA)