Pembangkangan Tentara Israel Berlanjut
Puluhan tentara cadangan militer rezim Zionis mengancam akan menolak untuk bertugas di angkatan udara Israel, jika reformasi yudisial Netanyahu dilaksanakan.
Rencana kabinet Netanyahu meluncurkan rancangan undang reformasi yudisial, yang ditafsirkan oleh sebagian besar pemukim Zionis sebagai kudeta konstitusional, yang menyebabkan poros ketegangan politik di kabinet rezim ini dan penyebaran protes massa di Israel.
Menurut situs berita Ahed hari Sabtu (1/7/2023), sebanyak 110 orang personil Angkatan Udara Israel menandatangani petisi, dan mengumumkan,"Jika undang-undang reformasi peradilan disahkan di Knesset atau undang-undang lainnya, kami akan menolak untuk bertugas di militer,".
"Undang-undang semacam itu memberikan kabinet Israel kekuasaan tak terbatas tanpa batasan apa pun dan membawa kita ke titik tanpa harapan," kata petikan petisi ini
Ancaman itu muncul setelah Netanyahu mengumumkan bahwa kabinetnya akan melanjutkan reformasi peradilan setelah negosiasi dengan oposisi gagal mencapai solusi jalan tengah.
Sebelumnya, media Zionis hari Selasa mengumumkan bahwa ratusan pasukan cadangan unit operasional Angkatan Udara Israel telah mengumumkan bahwa mereka akan menolak bertugas sampai proses persetujuan RUU reformasi peradilan dihentikan.
Menurut laporan ini, para pemimpin kelompok oposisi Benjamin Netanyahu juga telah memutuskan untuk memprotes langkah kabinet Netanyahu atas RUU reformasi yudisial Senin depan di Tel Aviv.
Selasa pagi, ribuan pemukim Zionis memprotes RUU reformasi peradilan berdemonstrasi di depan kediaman Yariv Levin, Menteri Kehakiman Rezim Zionis, di kota Modi'in yang berada dekat Quds.(PH)