Hizbullah: Pemilihan Presiden Lebanon Hanya Bisa Dicapai dengan Dialog
Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon kembali menegaskan bahwa dialog menjadi solusi tunggal untuk menyelesaikan masalah pemilihan presiden baru Lebanon.
Parlemen Lebanon menggelar 12 sidang untuk memilih penerus Michel Aoun yang masa jabatannya berakhir pada 31 Oktober 2022, namun belum berhasil memilih presiden baru.
Berlarut-larutnya masa vakum presiden di Lebanon semakin memperparah krisis ekonomi dan politik di negara Arab ini.
Menurut Jaringan Berita Al-Ahed, Sheikh Naim Qassem, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon dalam statemennya hari Minggu (24/9/2023) menyinggung keragaman populasi dan struktur keagamaan Lebanon, dengan mengatakan,"Negara ini didasarkan pada kesepakatan dan keseimbangan, dan anggota parlemen harus menciptakan platform yang sesuai dengan kondisi untuk kegiatan lembaga-lembaga pemerintahan, dan memilih presiden masa depan negara ini melalui dialog,".
"Dialog adalah cara yang akan mengarahkan Lebanon mengadakan sidang parlemen untuk memilih presiden," ujar Sheikh Qassem.
"Daripada memperbesar permasalahan rakyat Lebanon dengan meningkatkan provokasi, sebaiknya bekerjalah untuk menyiapkan sarana bagi parlemen untuk memilih presiden," tegasnya.(PH)