Sekitar Delapan Ribu Orang Hilang di Gaza
Kantor Administrasi Sipil Gaza melaporkan sekitar delapan ribu orang hilang hingga kini akibat agresi militer rezim Zionis di jalur Gaza.
Saluran TV Al Jazeera mengutip kantor Administrasi Sipil Gaza hari Rabu (13/12/2023) melaporkan banyaknya permintaan bantuan dari orang-orang Gaza yang menghadapi tantangan karena kurangnya fasilitas, dan sejumlah orang meninggal akibat penyebaran penyakit.
"Seiring dimulainya musim dingin, hujan dan merebaknya penyakit di sejumlah sekolah tempat para pengungsi berkumpul, jumlah kematian akibat penyakit juga meningkat," kata pernyataan kantor Administrasi sipil Gaza.
"Kami membutuhkan kendaraan bantuan, yang sebagian besar telah hilang karena serangan langsung agresor dalam pemboman di Gaza," tegasnya.
Direktur Pengadaan Pertahanan Sipil Gaza juga menekankan, "Kita perlu segera membangun rumah sakit lapangan,".
Sebelumnya, Vasily Nebenzia, Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB dalam pidatonya di sesi khusus Majelis Umum PBB tentang Gaza mengatakan, "Setelah veto resolusi Dewan Keamanan PBB tentang gencatan senjata di Gaza, Amerika Serikat bertanggung jawab atas kematian semua orang di Gaza, karena mereka benar-benar memberikan izin kepada Israel untuk membunuh."
Kemarin, kepala bagian anak Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza mengumumkan tidak ada air, makanan atau bahan bakar di rumah sakit ini dan warga Palestina yang berada di rumah sakit ini sedang berjuang dalam situasi yang sulit.
Kepala departemen anak-anak Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza menambahkan, “Pihak agresor meminta manajemen rumah sakit untuk memindahkan korban luka ke tempat lain. Para penjajah menangkap 70 hingga 100 staf medis dengan spesialisasi berbeda. Ketika menyerbu rumah sakit, mereka melepaskan tembakan secara membabi buta,"(PH)