Mengapa Israel Tidak Mampu Berhadapan Langsung dengan Iran? 4 Poin Pendek
Okt 29, 2024 13:49 Asia/Jakarta
-
Kepala Staf Militer Rezim Zionis, dan Iran
Parstoday – Iran, dalam beberapa tahun terakhir dengan memperluas interaksi berbasis jaringan, dan berorientasi pada masyarakat kawasan di Palestina, Lebanon, Suriah, Yaman, dan Irak, dalam bentuk tertentu, berhasil menciptakan sebuah aliansi regional.
Aliansi regional tersebut secara bersama-sama, dan solid bangkit melawan ancaman-ancaman yang terus muncul dari Rezim Zionis, dan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat.
Serangan Israel, ke Iran, pada hari Sabtu (26/10/2024) adalah "kesempatan" untuk menunjukkan kekuatan dan kemajuan strategis Iran di kawasan Asia Barat.
Peristiwa tersebut bukan hanya memperlihatkan kekuatan militer Iran, tapi juga menjadi sebuah simbol dari sebuah perlawanan budaya-perdaban yang bersandar pada ikatan-ikatan sejarah dan keyakinan Islam-Iran yang dalam, dan memberikan identitas yang melampaui batas geografis, kepada Iran.
Identitas Sejarah-Peradaban Iran
Kekuatan Iran, dalam konflik-konflik ini tidak hanya bertumpu pada kemampuan militer semata, tapi berakar dalam, pada sebuauh identitas sejarah dan budaya yang terikat kuat dengan keyakinan-keyakinan Islam, terutama Ahlul Bait as.
Identitas ini sejak era sebelum Dinasti Alebouyeh, khususnya sejak masa Dinasti Safavi, sampai sekarang, memainkan peran kunci pada kebijakan-kebijakan dalam dan luar negeri Iran, dan membedakan kebijakan-kebijakan negara ini dengan negara lain.
Ikatan-ikatan peradaban tersebut membentuk sejenis kebijakan-kebijakan pertahanan Iran, yang memberikan kompetensi-kompetensi khusus bahkan di kondisi-kondisi sulit di masa sekarang.
Kekuatan Pencegahan Iran
Serangan terbaru Israel, ke wilayah Iran, berhadapan dengan banyak pembatasan, dan tidak mampu memberikan kerusakan serius pada struktur militer dan strategi Iran. Hal ini membuktikan kekuatan pencegahan tinggi Iran, yang bersandar pangkalan-pangkalan militer luas, dan kemampuan-kemampuan taktis.
Kemampuan-kemampuan itulah yang memaksa Rezim Zionis, untuk selalu berhati-hati dalam mengambil langkah militer apa pun terhadap Iran, dan menerapkan banyak pembatasan terkait masalah itu.
Kekuatan Regional Berasaskan Aliansi-Aliansi Sejalan
Iran dalam beberapa tahun terakhir dengan memperluas interaksi berbasis jaringan, dan berorientasi masyarakat kawasan di Palestina, Lebanon, Suriah, Yaman, dan Irak, dalam bentuk tertentu berhasil mencapai sebuah aliansi regional untuk menghadapi ancaman-ancaman Zionis-Barat.
Aliansi-aliansi tersebut memainkan peran efektif dalam pencegahan, dan infiltrasi Iran, di hadapan musuh, dan meningkatkan kekuatan Iran, serta pengaruh bangsa-bangsa kawasan dibandingkan kondiri beberapa dekade sebelumnya.
Substansi Fiktif Israel
Israel, sebagai sebuah rezim ilegal ketika berhadapan dengan level identitas bersejarah Iran, dan kekuatan militer dan aliansi-aliansi sejalan, terpaksa berperang di beberapa front, dan bersikap hati-hati dalam menghadapi ancaman-ancaman strategis Iran.
Kondisi ini bukan hanya menunjukkan pembatasan-pembatasan operasi Israel, tapi juga mengungkap kelemahan dan krisis internal yang lahir dari substansi Zionisme. Sebuah krisis yang sejak awal kemunculan Rezim Zionis, dikarenakan perampasan tanah rakyat Palestina, dan menciptakan ketegangan-ketegangan akut, akan selalu dihadapi oleh Israel. (HS)