Jalan Buntu Zionis!
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i185452-jalan_buntu_zionis!
ParsToday - Meningkatnya perbedaan politik dan keamanan di wilayah pendudukan, bertepatan dengan peringatan tentang ledakan situasi di Tepi Barat, kegagalan mencapai tujuan perang Gaza, dan meningkatnya protes mantan pejabat keamanan, telah mengungkap tanda-tanda masuknya rezim Zionis ke fase krisis multidimensi.
(last modified 2026-02-15T10:03:39+00:00 )
Feb 15, 2026 15:00 Asia/Jakarta
  • Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant
    Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant

ParsToday - Meningkatnya perbedaan politik dan keamanan di wilayah pendudukan, bertepatan dengan peringatan tentang ledakan situasi di Tepi Barat, kegagalan mencapai tujuan perang Gaza, dan meningkatnya protes mantan pejabat keamanan, telah mengungkap tanda-tanda masuknya rezim Zionis ke fase krisis multidimensi.

Perkembangan beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa rezim Zionis, selain menghadapi tantangan lapangan di Gaza dan Tepi Barat, juga dihadapkan pada keretakan mendalam di tingkat politik dan keamanan. Situasi yang oleh para analis dinilai belum pernah terjadi sebelumnya dan sebagai ancaman bagi kohesi struktural rezim ini. Dalam rangkuman berita dari ParsToday ini, kami menyajikan tinjauan atas berbagai krisis yang dihadapi rezim Zionis:

Peringatan Keamanan tentang Tepi Barat

Perkiraan kalangan keamanan Zionis menunjukkan peningkatan ketegangan di Tepi Barat menjelang bulan suci Ramadhan. Pembatasan ekonomi, pencegahan pekerjaan warga Palestina di wilayah pendudukan, dan keterlambatan pembayaran gaji staf Otoritas Palestina disebut sebagai faktor-faktor yang dapat memicu konflik terorganisir. Sementara itu, meningkatnya ketegangan terkait Masjid Al-Aqsa dan perluasan operasi militer di kota-kota serta kamp-kamp pengungsi telah meningkatkan kemungkinan terjadinya krisis keamanan yang meluas.

Perang Gaza dan Jalan Buntu Strategis

Setelah lebih dari dua tahun perang Gaza (7 Oktober 2023), pejabat Zionis mengakui bahwa tujuan yang dideklarasikan, termasuk penghancuran Hamas dan pemulangan tahanan, belum tercapai. Berlanjutnya korban jiwa, kehancuran infrastruktur yang luas, dan tekanan internasional telah meningkatkan biaya politik dan militer perang ini serta menjadi salah satu poros perbedaan di dalam wilayah pendudukan. Kegagalan ini telah menyebabkan penurunan kepercayaan publik dan meningkatnya kritik terhadap kinerja kabinet.

Keretakan Belum Pernah Terjadi di Lembaga Keamanan

Surat bernada keras dari lima mantan kepala Shinbet dan puluhan pejabat keamanan rezim Zionis yang menentang Perdana Menteri menunjukkan kedalaman perbedaan antara tingkat politik dan keamanan. Para penandatangan menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berupaya mengalihkan tanggung jawab atas kegagalan 7 Oktober dan merusak lembaga keamanan. Sementara itu, publikasi sebuah laporan kontroversial tentang peristiwa menjelang operasi ini telah memicu ketegangan antara pemerintah dan militer, serta mengacaukan sidang parlemen.

Konfrontasi Politik dan Krisis Legitimasi

Perbedaan terbuka antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Perang Yoav Gallant mengenai tanggung jawab atas kegagalan telah memicu perang narasi di ruang politik. Oposisi juga dengan mengajukan pertanyaan tentang ketidaktahuan pemerintah akan peringatan sebelumnya, telah menjadikan isu ini sebagai poros persaingan politik. Analis percaya bahwa keretakan ini menjelang pemilu memperparah krisis legitimasi dan melemahkan kohesi pengambilan keputusan.

Krisis Sosial dan Ekonomi

Di samping tantangan keamanan, tekanan ekonomi dan protes internal terhadap kelanjutan perang telah memicu ketidakpuasan sosial. Kondisi ini, bersama dengan kekhawatiran akan meluasnya konflik ke front lain, semakin memperlemah situasi internal rezim Zionis. Rangkaian perkembangan lapangan, perbedaan politik, dan peringatan keamanan menunjukkan bahwa rezim Zionis menghadapi berbagai krisis; krisis yang telah melampaui tingkat medan perang dan merambah ke struktur kekuasaan, kepercayaan publik, dan efektivitas lembaga-lembaganya. Kelanjutan tren ini dapat membawa konsekuensi strategis bagi stabilitas internal dan posisi regional rezim ini.(sl)