Anggota Ansarullah: Musuh telah Kehilangan Kendali atas Perang
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i188316-anggota_ansarullah_musuh_telah_kehilangan_kendali_atas_perang
Pars Today - Seorang anggota senior Gerakan Ansarullah Yaman dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa musuh sejak minggu kedua agresi telah kehilangan kendali atas medan perang dan keseimbangannya.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Apr 04, 2026 14:25 Asia/Jakarta
  •  Nasreddin Amer, anggota senior Gerakan Ansarullah Yaman
    Nasreddin Amer, anggota senior Gerakan Ansarullah Yaman

Pars Today - Seorang anggota senior Gerakan Ansarullah Yaman dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa musuh sejak minggu kedua agresi telah kehilangan kendali atas medan perang dan keseimbangannya.

Menurut laporan Pars Today, Nasreddin Amer, anggota senior Gerakan Ansarullah Yaman, pada hari Sabtu (04/04/2026) dalam wawancara dengan IRNA mengatakan, “Respons cepat dan kuat Iran terhadap musuh pada jam‑jam pertama setelah agresi merupakan tanda yang jelas bahwa perhitungan musuh tidak akurat.”

Ia, dengan menyatakan bahwa Republik Islam Iran jauh lebih kuat daripada yang dibayangkan oleh musuh, menambahkan, “Setelah waktu singkat dari dimulainya perang, dalam ucapan para pejabat musuh, kepanikan, kebingungan, dan hilangnya kontrol atas medan perang tampak jelas dan nyata.”

Amer melanjutkan, “Sementara Donald Trump dan Benjamin Netanyahu pada hari‑hari pertama agresi meminta rakyat Iran untuk turun ke jalan, menduduki lembaga‑lembaga resmi dan menggulingkan pemerintahan, hari ini mereka tidak lagi menyebut nama rakyat Iran, dan ini adalah salah satu tanda kekalahan mereka dalam agresi tersebut.”

“Hari ini, berkat kehadiran sadar rakyat Iran, musuh tidak lagi berbicara tentang menggulingkan sistem, tetapi mereka memikirkan pembukaan kembali Selat Hormuz yang sebelum agresi ini terbuka tanpa batas untuk semua,” imbuhnya.

Ia menyatakan, “Musuh hari ini, karena pengalaman yang mereka miliki di Laut Merah dan Selat Bab Al‑Mandab dalam dua tahun terakhir, tidak berbicara tentang pembukaan kembali Selat Hormuz dengan kekuatan.”(sl)