Penulis Zionis: Israel Pecundang Terbesar dalam Kesepakatan Trump
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i191704-penulis_zionis_israel_pecundang_terbesar_dalam_kesepakatan_trump
Pars Today - Di tengah spekulasi tentang perubahan pendekatan pemerintah Amerika di Asia Barat, sejumlah tokoh dan media Zionis mengungkap berkurangnya peran rezim pendudukan dalam proses negosiasi Washington dan Tehran, serta kritik internal terhadap kinerja Benyamin Netanyahu.
(last modified 2026-06-18T06:03:27+00:00 )
Jun 18, 2026 13:02 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu
    Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu

Pars Today - Di tengah spekulasi tentang perubahan pendekatan pemerintah Amerika di Asia Barat, sejumlah tokoh dan media Zionis mengungkap berkurangnya peran rezim pendudukan dalam proses negosiasi Washington dan Tehran, serta kritik internal terhadap kinerja Benyamin Netanyahu.

Melansir Pars Today dari IRNA, 17 Juni 2026, Ili Leon, penulis Zionis, dengan merujuk pada nota kesepahaman yang dicapai antara Iran dan Amerika, mengakui bahwa rezim Zionis adalah pecundang terbesar dari kesepakatan baru yang dikejar oleh Donald Trump, Presiden Amerika, di Asia Barat, dan Benyamin Netanyahu dengan bersandar padanya telah melakukan kesalahan besar.

Ia juga mengatakan bahwa Trump dalam praktiknya sedang berusaha meminggirkan rezim Zionis dari proses negosiasi yang dikejar dengan Iran.

Dalam perkembangan lain, radio militer rezim Zionis mengumumkan bahwa Elazar Stern, anggota Knesset (parlemen rezim), dengan mengkritik kinerja Netanyahu mengatakan: "Saya menginginkan perdana menteri yang bekerja untuk keamanan Israel, bukan untuk mendapatkan amnesti pribadi. Ketika Anda menggunakan seorang presiden Amerika untuk urusan pribadi Anda, Anda juga harus mempertimbangkan bahwa Anda akan membayar harganya."

Pernyataan-pernyataan ini disampaikan dalam kondisi di mana diskusi tentang pendekatan pemerintah Amerika terhadap perkembangan kawasan dan cara interaksinya dengan berkas Iran pasca-kekalahan dalam pertempuran masih terus berlanjut.

Sekretariat Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran pada hari Senin (15/6) dengan mengeluarkan pernyataan tentang kesepakatan pengakhiran perang antara Iran dan Amerika menegaskan bahwa berdasarkan kesepakatan yang dilakukan, perang dan operasi militer di semua front termasuk Lebanon telah berakhir secara segera dan permanen sejak Minggu malam, dan selain itu, blokade laut terhadap Iran berakhir segera dan sepenuhnya.

Laporan ini menyingkap keretakan strategis yang sangat dalam di dalam establishment Israel. Kritik dari Elazar Stern bukanlah sekadar oposisi politik biasa; ia menuduh Netanyahu melakukan "korupsi geopolitik", mengorbankan keamanan nasional dan aliansi strategis demi kelangsungan politik dan hukum pribadinya (amnesti). Di sisi lain, pengakuan Ili Leon bahwa Trump "meminggirkan" Israel menunjukkan realitas transaksional dari kebijakan luar negeri Amerika. Bagi Trump, Israel adalah aset ketika bisa digunakan untuk menekan Iran, tetapi menjadi liabilitas (beban) ketika ia ingin menutup kesepakatan. Ketika kepentingan pribadi Netanyahu bertemu dengan pragmatisme buta Trump, hasilnya adalah Israel yang terisolasi dari meja perundingan yang menentukan masa depan kawasannya sendiri.(Sail)