Haaretz: Pendudukan Wilayah lain tidak lagi Menjamin Keamanan Israel
-
Tentara Israel
Pars Today – Sebuah media Zionis pada dini hari Selasa (23/6), seraya mengkritik pendudukan Israel, menulis bahwa rezim ini hidup dalam lingkungan yang bermusuhan, tetapi tidak dapat menjamin keamanannya melalui pendudukan dan kontrol atas wilayah-wilayah yang bukan miliknya .
Menurut laporan IRNA yang mengutip jaringan Al Mayadeen, surat kabar Israel "Haaretz" selanjutnya juga, dengan mengkritik strategi pembentukan zona penyangga dan sabuk keamanan, menegaskan bahwa pengalaman tahun-tahun terakhir telah menunjukkan bahwa "ilusi sabuk keamanan" telah menelan biaya yang jauh lebih berat daripada manfaatnya, dan tidak mampu menciptakan keamanan yang berkelanjutan .
Sebelumnya, Ofer Shelah, mantan ketua Komisi Keamanan dan Hubungan Luar Negeri Knesset, dalam pernyataannya mengatakan bahwa aktivitas pasukan rezim ini di Lebanon tidak mencapai tujuan apa pun .
Ia menegaskan: "Berpikir tentang ide sabuk keamanan di Lebanon adalah resep untuk bencana dan tidak mencapai apa pun; kita akan kehilangan tentara kita dan pada akhirnya, akan melarikan diri dari Lebanon dengan kekalahan total, seperti yang kita lakukan pada tahun 2000" .
Sebelumnya, situs berita Zionis Walla mengutip perwira senior rezim Israel menulis bahwa mereka menghadapi tantangan besar di Lebanon selatan, dan pelacakan serta pencegatan drone Hizbullah sulit dilakukan .
Surat kabar Zionis Haaretz juga mengutip perwira yang berada di Lebanon selatan menulis bahwa mereka tidak memahami strategi komandan mereka, dan misi dasar mereka adalah menghancurkan rumah-rumah di desa-desa Lebanon .
Para perwira ini menegaskan bahwa meningkatnya jumlah korban yang terluka oleh drone Hizbullah telah menyebabkan keruntuhan dan kebingungan di kalangan tentara .
Mereka menambahkan bahwa pembatasan yang diberlakukan oleh Donald Trump, Presiden AS, dalam pemboman Beirut dan Bekaa telah menyebabkan mereka melampiaskan kemarahan mereka dengan membombardir desa-desa .
Surat kabar Zionis Israel Hayom juga mengutip perwira senior rezim Israel menulis bahwa tinggal di Lebanon tidak berguna dan militer tidak mencapai pencapaian apa pun dalam perang melawan Hizbullah. (MF)