Penulis Arab Bongkar Konspirasi: AS-Zionis Tak Pernah Taat Perjanjian
-
Perjanjian Lebanon-Israel
Pars Today - Penulis Arab menulis: "Sejarah telah membuktikan bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak berkomitmen dan tidak memenuhi apa yang mereka janjikan."
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Tasnim, situs Qatar "Arabi 21" dalam sebuah artikel yang ditulis oleh "Talal Aoukal" dengan judul "Perjanjian Penaburan Ranjau Lebanon!!" menilai perjanjian pemerintah Lebanon dengan rezim Zionis sebagai "memalukan dan menghinakan."
Menurut penulis artikel ini, perjanjian ini memalukan dan menghinakan; karena menyerahkan kedaulatan, martabat, tanah air, dan keamanan negara ke tangan Israel dengan imbalan prasyarat-prasyarat yang "tidak dapat diwujudkan," ditambah dengan janji-janji dari AS dan Israel yang sejarah telah membuktikan bahwa keduanya tidak berkomitmen dan tidak memenuhi apa yang mereka janjikan.
Penulis artikel ini selanjutnya merujuk pada catatan historis rezim Zionis dalam melanggar perjanjian dan menulis: "Lebih dari 40 tahun telah berlalu sejak penandatanganan apa yang dikenal sebagai 'Perjanjian 17 Mei 1983,' tetapi hasilnya adalah bahwa pemerintah Lebanon saat itu tidak mampu memaksakan perjanjian itu kepada rakyat Lebanon, dan Israel juga tidak mematuhinya."
Dalam perjanjian yang baru-baru ini diumumkan, Israel mengaitkan janji-janjinya untuk menarik diri dengan syarat "pelucutan senjata Hizbullah" dan tidak menentukan jadwal waktu yang jelas untuk itu.
Penulis artikel mengajukan pertanyaan ini: "Apa kartu kemenangan dan fasilitas yang dimiliki pemerintah Lebanon untuk berhasil dalam mewujudkan syarat Israel ini?" "Syarat yang tidak ada jalan untuk mewujudkannya kecuali 'perang saudara Lebanon.'"
Talal Aoukal menganggap pelucutan senjata perlawanan sebagai hal yang mustahil dan menulis: "Tentara Lebanon tidak dapat menjadi alat untuk melaksanakan syarat Israel." "Pertama, tentara Lebanon, bahkan jika menerima pelatihan dan peralatan militer dari AS, tidak memiliki kemampuan yang dimiliki Hizbullah dan pasukan perlawanan Lebanon." "Selain itu, tentara, jika melaksanakan syarat Israel-Amerika ini, akan menghadapi perpecahan dan keruntuhan." (MF)