Netanyahu: Kita Lemahkan Iran, Buka Jalan Kesepakatan Baru
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i192688-netanyahu_kita_lemahkan_iran_buka_jalan_kesepakatan_baru
Pars Today - Perdana Menteri Rezim Zionis, dalam wawancaranya dengan sebuah jaringan berita AS, menyatakan bahwa melemahkan Iran akan membuka jalan bagi rezimnya untuk meraih kesepakatan-kesepakatan baru di kawasan.
(last modified 2026-07-06T15:16:24+00:00 )
Jul 06, 2026 22:09 Asia/Jakarta
  • Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Rezim Zionis
    Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Rezim Zionis

Pars Today - Perdana Menteri Rezim Zionis, dalam wawancaranya dengan sebuah jaringan berita AS, menyatakan bahwa melemahkan Iran akan membuka jalan bagi rezimnya untuk meraih kesepakatan-kesepakatan baru di kawasan.

Melansir Fars, ParsToday melaporkan bahwa Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Rezim Zionis, dalam wawancaranya dengan Fox News, merinci hubungannya dengan pemerintahan AS dan perkembangan regional.

Dengan menekankan bahwa "kami tidak memiliki perbedaan mendasar dengan Washington", ia mengatakan bahwa gaya bicaranya dan Trump mungkin berbeda, tetapi mereka berdua adalah "sekutu terbaik satu sama lain".

Netanyahu, merujuk pada kemungkinan pertemuannya dengan Presiden AS, mengatakan bahwa tanggal pertemuan tersebut belum ditentukan, tetapi ia berharap dapat mempresentasikan kemajuan yang dicapai dalam jalur perdamaian dengan Lebanon kepada Trump. Tampaknya Tel Aviv berusaha mendapatkan lampu hijau dan dukungan Washington untuk memajukan kesepakatan-kesepakatan baru di kawasan.

Serangan terhadap Iran dan Turki

Perdana Menteri Israel, di bagian lain pernyataannya, merujuk pada program-program regional rezim ini, menyatakan bahwa "melemahkan Iran akan membuka jalan bagi kesepakatan-kesepakatan damai baru, dengan gaya Kesepakatan Abraham".

Netanyahu juga, dengan melontarkan tuduhan terhadap Turki, mengklaim bahwa "Israel, tidak seperti Turki, berdiri di sisi AS dalam menghadapi Iran".

Dengan mengatakan bahwa "Turki adalah negara yang luar biasa, tetapi dipimpin oleh seseorang yang secara terbuka menyerukan penghancuran Israel", ia menyerukan untuk tidak memasok jet tempur F-35 ke Ankara, dan menekankan bahwa langkah ini akan "merusak keseimbangan kekuatan yang didasarkan pada keunggulan Israel".

Pernyataan Netanyahu ini adalah upaya untuk membingkai ulang narasi di saat ia berada di bawah tekanan besar pasca-gencatan senjata dengan Iran. Dengan mengatakan bahwa "melemahkan Iran" adalah kunci untuk kesepakatan baru, ia mencoba menunjukkan bahwa ia masih memegang kendali, meskipun kenyataannya ia telah dipinggirkan oleh Washington.

Klaim Netanyahu bahwa ia dan Trump adalah "sekutu terbaik" adalah upaya untuk menunjukkan bahwa ia masih memiliki pengaruh di Washington. Namun, laporan dari BBC menunjukkan bahwa Trump secara terbuka telah menghina Netanyahu dan bahwa Israel tidak dilibatkan dalam negosiasi AS-Iran. Ini adalah kontradiksi yang tajam.

Klaim bahwa "melemahkan Iran" akan membuka jalan untuk kesepakatan-kesepakatan baru adalah pernyataan yang kontroversial. Banyak analis percaya bahwa perang dengan Iran justru telah memperkuat posisi Iran dan melemahkan posisi Israel . Ini adalah narasi yang ingin dibangun Netanyahu, tetapi mungkin tidak sesuai dengan realitas di lapangan.(Sail)