Hizbullah: Netanyahu Perburuk Perang demi Kepentingan Elektoralnya
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i194978-hizbullah_netanyahu_perburuk_perang_demi_kepentingan_elektoralnya
Hizbullah Lebanon menegaskan: Netanyahu, perdana menteri Israel yang kriminal, berupaya memperburuk perang demi melayani kepentingan elektoralnya.
(last modified 2026-08-16T03:58:39+00:00 )
Aug 16, 2026 13:53 Asia/Jakarta
  • Hizbullah: Netanyahu Perburuk Perang demi Kepentingan Elektoralnya

Hizbullah Lebanon menegaskan: Netanyahu, perdana menteri Israel yang kriminal, berupaya memperburuk perang demi melayani kepentingan elektoralnya.

Menurut Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Hizbullah Lebanon dalam menanggapi agresi Israel terhadap Lebanon selatan mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa rakyat Lebanon terbangun pada Sabtu pagi di tengah meningkatnya ketegangan agresif dan pembantaian brutal yang dilakukan musuh Zionis terhadap warga sipil tak berdaya di Lebanon selatan. Aksi tersebut dilakukan dengan menargetkan sebuah rumah di pinggiran kota Ansar dan sebuah bangunan di Deir al-Zahrani, yang mengakibatkan 11 orang, termasuk anak-anak dan perempuan, gugur, serta 12 orang lainnya terluka.

Netanyahu berupaya mendapatkan dukungan dari kubu kanan ekstrem

Hizbullah Lebanon menyebut agresi Israel terhadap Lebanon selatan sebagai tindakan kriminal dan menambahkan bahwa tindakan tersebut menambah daftar panjang pembantaian, kejahatan, penumpahan darah warga Lebanon, peledakan rumah-rumah mereka, penghancuran lahan pertanian, serta penghapusan jejak desa-desa mereka yang telah dilakukan musuh ini.

Eskalasi yang dilakukan Israel melalui penargetan warga sipil dan perluasan wilayah sasaran menunjukkan keinginan dan tekad Benjamin Netanyahu, perdana menteri musuh yang kriminal, untuk memperburuk perang demi memperkuat posisi politiknya di dalam negeri, melayani kepentingan elektoralnya, dan mendapatkan dukungan dari kubu kanan ekstrem.

Pemerintah Lebanon harus menghentikan perundingan langsung yang merendahkan martabat

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa tanggung jawab atas berlanjutnya agresi dan pelanggaran kedaulatan Lebanon berada di tangan pemerintah musuh (Israel) dan Amerika Serikat yang memberikan dukungan serta perlindungan yang diperlukan untuk tindakan tersebut.

Sementara itu, pemerintah Lebanon harus berupaya menggunakan berbagai cara yang tersedia untuk menghentikan agresi ini dan tidak boleh bersikeras melanjutkan jalur perundingan langsung yang merendahkan martabat serta memberikan konsesi cuma-cuma kepada musuh, terutama mengingat seluruh kejahatan dan agresi yang telah dilakukannya serta tujuan-tujuan permusuhan dan ekspansionis yang secara terbuka dinyatakannya terhadap Lebanon.

Mengandalkan mediasi Amerika adalah harapan kosong dan semu

Hizbullah menambahkan bahwa sekarang adalah saatnya pemerintah Lebanon melakukan peninjauan menyeluruh terhadap perhitungan dan penilaiannya guna menjaga kedaulatan dan hak-hak Lebanon, alih-alih terus menjalankan kebijakan yang telah terbukti tidak mampu melindungi Lebanon dan rakyatnya.

Pemerintah Lebanon juga harus mengambil sikap nasional, berani, dan bertanggung jawab, berhenti mengejar perundingan yang dipimpin Amerika Serikat, dan memahami bahwa mengandalkan jaminan serta mediasi Amerika merupakan harapan kosong dan sia-sia, karena Amerika Serikat merupakan mitra musuh Zionis dalam kejahatan dan pembantaian yang dilakukannya terhadap Lebanon.

Amerika Serikat mengutamakan kepentingan dan keamanan rezim Zionis

Hizbullah menegaskan bahwa pernyataan terbaru duta besar Amerika Serikat untuk Lebanon yang dianggapnya arogan dan bernada pemerasan—yang di dalamnya menyerukan agar senjata perlawanan diserahkan, padahal tugasnya adalah menekan musuh Zionis agar mundur dari wilayah-wilayah yang didudukinya—semakin menegaskan bahwa yang dikejar Amerika Serikat adalah kepentingan dan keamanan musuh Zionis dengan mengorbankan kedaulatan dan rakyat Lebanon.

Seluruh rakyat Lebanon, dengan segala kelompok dan afiliasinya, harus menyadari bahaya pendekatan yang ditempuh pemerintah tersebut terhadap Lebanon, persatuan, keamanan, dan kemerdekaannya.

Musuh Zionis juga harus memahami dengan baik bahwa tindakan agresi, pelanggaran, dan upaya rezim tersebut untuk menciptakan fakta di lapangan tidak dapat terus berlanjut dan akan menghadapi respons yang sesuai dalam rangka membela Lebanon, rakyatnya, kedaulatannya, dan martabat nasionalnya.